Sebarkan Video Hoaks kerusuhan di MK, Warga Samarinda ditangkap

Samarinda, Semarak.News – Mabes Polri menangkap pelaku diduga penyebar video hoaks kerusuhan yang terjadi di gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Salah satu pelaku bernama Nugrasius (36) warga Samarinda yang bekerja sebagai karyawan tambang batu bara diamankan kepolisian Polda Kaltim dan Polresta Samarinda pada Sabtu (15/9/20180 dini hari, pada pukul 02.00 WITA di kediamannya.

Nugra diamankan bukan karena menyebarkan video hoaks kerusuhan di gedung MK, tetapi ia diamankan karena memposting demo mahasiswa di kantor DPRD Kaltim yang terjadi pada Jumat (14/9/2018). Saat itu pendemo yaitu mahasiswa berhasil masuk hingga ke ruang Paripurna.

Dalam postingan di akun Facebook Nugra Ze miliknya berupa satu video dan dua foto dengan keterangan bertuliskan ‘DPRD Kaltim diduduki mahasiswa, tuntut Jokowi turun’. Postingan tersebut sudah dilihat dan dishare sebanyak kurang lebih 32 ribu.

Hal tersebutlah yang menjerat Nugra hingga ditangkap oleh aparat penegak hukum. Merasa hal ini merupakan kesalahan sehingga iapun merasa kaget, padahal pada postingan tersebut tidak ada kalimat ajakan untuk menyebarkan, apalagi niat untuk menyebarkan kebencian.

“Kasus saya berbeda dengan yang diamankan karena menyebarkan video hoaks di MK, tapi saya diamankan karena memposting demo di kantor DPRD Kaltim,” ucapnya, pada Rabu (19/9/2018) malam.

Menurutnya postingan tersebut dirasa wajar dan seperti halnya postingan biasa tanpa adanya ajakan. Tetapi kenyataannya saat ini dia sudah diamankan polisi. Bahkan sebelumnya postingan tersebut didapatkannya dari salah satu grup Whatsapp (WA), dan kemudian dia posting di akun Facebook.

“Saya copas (copy paste) juga dari grup WA, ternyata bisa sampai 30 ribu yang share, padahal saya tidak ada tulis kalimat ajakan, tidak saya tag juga. Hanya sebatas memberitahu saja ada demo mahasiswa, ternyata sampai ke Jakarta, tapi saya hanya diperiksa di Polda saja, tidak sampai dibawa ke Jakarta,” jelasnya.
Nugra, pria lulusan perguruan tinggi di Makassar, Sulawesi Selatan, Jurusan Teknik Geologi itu diamankan di kediamannya dan langsung menjalani pemeriksaan pada pukul 08.00 WIT, dan berakhir pukul 14.00 WITA. Namun secara keseluruhuan proses pemeriksaan selesai hingga pukul 20.00 WITA.
“Saya dianggap menyebarkan informasi hoaks, dan memang saya sempat kesulitan cari barang bukti, karena saya lihat di beberapa surat kabar, tidak ada yang mengungkapkan jika mahasiswa menuntut Jokowi turun. Tapi akhirnya saya dapat surat kabar yang memuat ungkapan tuntutan mahasiswa agar Jokowi turun. Dan, apa yang saya posting bukan hoaks, hanya saja kontennya saat ini sangat sensitif,” tambahnya.

Diapun memberikan klarifikasi atas pemberitaan beberapa media nasional yang menyatakan bahwa dirinya sebagai pelaku penyebaran video hoaks di gedung MK, dirinya menegaskan hal itu sama sekali tidak benar.

Dari kejadian ini dia berpesan kepada seluruh warganet untuk senantiasa bijak dan berhati-hati dalam melakukan kegiatan di media sosial. Dia pun berharap agar berkas dirinya yang terdapat di kepolisian dapat dicabut dan namanya dipulihkan kembali.

“Saya harap berkas saya dapat dicabut, agar nama baik saya juga bisa pulih, karena yang saya posting bukan hoaks,” tutupnya. (KD)

 

 

 

TINGGALKAN BALASAN