Satelit Nusantara Satu untuk Indonesia Semakin Bersatu

0
90

 

Jakarta, Semarak.News – Satelit Nusantara 1 merupakan salah satu langkah Indonesia untuk mencapai swasembada broadband untuk memajukan Indonesia di perkembangan globalisasi saat ini. GM Marketing Satelit Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Meidiyanto Andwiputro mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan kapasitas internet sebesar 150Gbps.

Satelit Nusantara 1 memakan ongkos pembuatan sekitar US$250 juta atau sekitar Rp 3,5 triliun. Nusantara 1 adalah satelit High Throughput Satellite (HTS) komunikasi broadband pertama di Indonesia. Group Head Space System Group PSN Indri Prijatmodjo mengatakan satelit ini menggunakan roket Falcon 9 SpaceX untuk mengantarkan ke luar orbit bumi. Indri mengatakan ongkos transportasi Nusantara 1 membutuhkan sekitar US$60 juta atau Rp843 miliar.

Satelit Nusantara Satu atau yang semula disebut Satelit PSN VI ini merupakan satelit pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS). Teknologi tersebut akan memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional yang saat ini ada di Indonesia, bahkan menurut Abdul Muhaimin selaku Engineer mengklaim akan mampu mencapai kecepatan 3-4 kali lipat dari kecepatan yang ada saat ini.

Satelit Nusantara Satu adalah bagian dari wujud kemandirian satelit nasional yang memungkinkan seluruh masyarakat Indonesia lebih mudah mendapatkan akses internet tanpa tergantung kepada operator satelit asing. Hal ini sejalan dengan komitmen dan konsistensi PSN untuk menghadirkan teknologi satelit yang mampu memberikan layanan terbaik dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang dinamis sampai ke pelosok Indonesia .

Satelit N-1 akan digunakan untuk keperluan pemerintah yang akan menyebarluaskan internet ke berbagai desa di Indonesia. Menurut Heru, hingga saat ini masih ada sekitar 25.000 desa dan 25 juta orang yang belum mendapatkan layanan akses internet.

“Dengan adanya satelit diharapkan dapat memberikan layanan broadband internet untuk desa-desa tersebut. Rencana peluncuran satelit Nusantara Dua dan Nusantara Tiga diharapkan Indonesia dapat melakukan swasembada broadband hingga 150 Gbps,” imbuhnya.

Saat ini menurut Heru sudah ada sekitar 3.000 yang telah terkoneksi dengan Ubiqu. Diharapkan pada akhir 2019, 10 ribu desa telah terhubung dengan Ubiqu dan sekitar 2020-2021 mencapai 25 ribu desa terkoneksi. Satelit N-1 diharapkan mulai berfungsi pada April 2019.

LEAVE A REPLY