Sajak Liar Anak Bangsa

Negeri ini sudah tua,
Wilayah ini sudah kusam,
Masyarakat sudah bosan,
Keheningan ini diramaikan oleh sebuah provokasi.
Provokasi di negeriku bagaikan vitamin C yang menyegarkan mata.
Provokasi ini dimeriahkan lagi dengan isu PKI yang bagaikan bom waktu di negeriku,
Isu PKI ini bagaikan hantu yang bergentayangan di negeriku, mungkin apabila dijadikan film hantu akan mengalahkan film pengabdi setan.
Bayang-bayang masa lalu terhadap suramnya masa-masa itu, dijadikan embel-embel untuk membangkitkan kembali ingatan masyarakat akan bangkitnya PKI, dengan memfitnah Pemimpin negerimu dengan sebutan keturunan PKI. Tcih….
Dibalik provokasi isu PKI ini, ada macan yang siap menerkam dan memakan satu-satu hati nurani masyarakat secara perlahan.
Berhasil? ya Berhasil! Macan ini berhasil membunuh karakter bangsa dan mengganti dengan hati domba yang siap untuk di adu.
Malu? oh sangat malu disamakan dengan domba yang siap disembelih kapanpun pemiliknya membutuhkan dagingnya.
Miris, satu kata berjuta makna, inilah yang dapat menggambarkan perasaanku melihat negeriku carut marut.
Sibuk sendiri dengan asumsi yang tak berdasar hingga menumpahkan darah
Tengoklah kebelakang saat pahlawan-pahlawanmu dulu sibuk berperang melawan musuh demi mempertahankan negerimu, Kau malah asik sendiri dengan melawan negerimu sendiri.
Macan itu dibalik tembok mengintip dengan seringai yang lebar dan mata terbelalak asik memakan ubi hangat melihat kekacauan yang terjadi di negeri yang bermartabat ini.
Hey macan! keluar kau dari sarangmu, mari berhadapan dengan kami anak bangsa tanpa perantara apapun. Akan kusarungkan tanganku dengan merah darahku dan putih tulangku serta dengan para jasa pahlawan kami!
Kami anak bangsa, bersama sama akan megepalkan tangan kami dan berbalik memangsamu dengan isu kebohongan yang kau bawa, jasadmu akan kami buang ke dasar laut untuk dijadikan makanan hiu buas yang haus akan kebohonganmu.
Kami anak bangsa Indonesia tidak bodoh! Kami tidak takut melawan kau dengan anak buah kebohonganmu! Kami hadir untuk membangkitkan kembali semangat ’45 hingga kau mati tak bertenaga.

TINGGALKAN BALASAN