Jakarta, Semarak News — Nilai tukar rupiah turun pada Rp14.128 per dolar AS pada perdagangan pasar Kamis pagi (25/4). Rupiah tercatat melemah sebesar 0,16 persen dibandingkan penutupan Rabu (24/4) yakni Rp14.105 per dolar AS.

Tercatat pagi ini mata uang Asia lainnya juga menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,61 persen, peso Filipina melemah 0,25 persen, ringgit Malaysia melemah 0,19 persen, dan dolar Singapura melemah 0,02 persen.

Hanya yen Jepang dan baht Thailand yang menguat terhadap dolar AS dengan nilai masing-masing 0,06 persen dan 0,08 persen.

Disisi lain, pergerakan mata uang negara maju terbilang bervariasi. Poundsterling Inggris menguat 0,05 persen. Sementara, euro melemah 0,01 persen dan dolar Australia stagnan terhadap dolar AS.

Analis Monex Investindo, Dini Nurhadi Yahsyi mengatakan sekarang rupiah tengah tertekan disebabkan harga minyak yang melonjak efek AS meminta delapan negara pengimpor minyak dari Iran untuk menyetop aktivitas beli. Jika tidak, delapan negara itu akan terkena sanksi dari AS.

Kondisi ini akan membuat persediaan minyak mentah dunia mengurang, sehingga menyebabkan harga minyak dunia akan naik. Kenaikan harga minyak dunia tentu membawa musibah bagi Indonesia. Mengingat posisi Indonesia sebagai negara importir minyak, maka kenaikan harganya akan memberatkan nilai impor, memperlebar neraca transaksi berjalan, dan menggerus cadangan devisa Indonesia.

 

LEAVE A REPLY