Rumah Bersubsidi, Masalah ?

[Sumber: properti.net]

Jakarta, Semarak.News – Pembangunan rumah bersubsidi merupakan bentuk pelaksanaan Program Nasional Sejuta Rumah oleh Pemerintah bagi masyarakatnya. Program tersebut berupaya untuk menghilangkan keberadaan lingkungan kumuh di sebagaian kota besar di Indonesia. Tujuan lain yang hendak di capai ialah untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia dalam hal kepemilikan kebutuhan papan (rumah).

Di dalam realisasinya, program tersebut menemui berbagai masalah. Diantaranya kurangnya target pencapaian serta lebih dari 40% bangunan yang telah selesai tidak layak huni. Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, “Realisasi rumah subsidi melalui Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga Agustus 2017, mencapai 8.014 unit dari target yang ditetapkan 40.000 unit”.

“Program Subsidi Selisih Bunga (SSB) terealisasi 46.757 unit dari target 239.000 unit dan Program Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) terealisasi 55.586 dari target 278.000 unit” tambahnya.

“Target pembangunan rumah bersubsidi optimis tercapai mengingat adanya 10 provinsi yang membutuhkan pertumbuhan pembangunan rumah yang cukup besar antara lain: Riau, Sumut, Sumsel, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Kalbar, Kalsel, dan Sumsel dengan jumlah yang dibutuhkan mencapai 226.000 unit”, imbunya.

Permasalahan lainnya yang muncul ialah sebagai besar rumah bersubsidi tidak layak huni meliputi, permasalahan jalan lingkungan, penyaluran air bersih, penyaluran listrik, dan sanitasi.

“Kami akan membentuk tim untuk melakukan evaluasi, serta adanya standarisasi pembangunan rumah bersubsidi”. Hal tersebut untuk mengantisipasi maraknya pengembang nakal. (HD)

TINGGALKAN BALASAN