Restorasi Lahan Gambut Melalui Kegiatan Jambore Gambut Nasional 2018

sumber: semarak.news

Kegiatan jambore gambut 2018 dilakukan di Kiram Park, Kabupaten Banjar. Rencananya kegiatan akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 28 hingga 30 April 2018.

Kegiatan diikuti 265 desa yang berasal dari 7 provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, serta Papua. Daerah- daerah tersebut dipilih karena memiliki lahan gambut yang cukup berpotensi untuk terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG)  Nazir Foead yang turut memberikan sambutan. Menurutnnya restorasi lahan gambut adalah upaya untuk memulihkan kondisi ekosistem gambut. Presiden pun sudah memerintahkan BRG guna mengusahakan pemulihan lahan gambut agar kejadian kebakaran hutan dan lahan tidak berulang.

“Lahan gambut harus selalu dijaga ekosistemnya. Harus basah, terlebih saat musim kemarau sehingga tidak mudah terbakar.”

Tujuan utama aganya jambore gambut  ini adalah untuk antisipasi terjadi kebakaran pada lahan gambut. Selain itu  kegiatan ini ditujukan kepada petani untuk meningkatkan pemberdayaan lahan gambut, sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani.

“Dengan adanya jambore ini, disamping agar kebakaran hutan lahan tidak ada lagi, juga kita harapkan produktivitas rakyat dapat meningkat dengan komuditas-komuditas strategisnya yang menjadi kearifan lokal.”

Sebelumnya kegiatan jambore gambut sudah dilaksanakan pada tahun 2016. Tepatnya pada 5 November 2016 di Gelanggang Olah Raga (GOR) Kota Baru, Jambi dan hanya diikuti 50 desa.

Menurut Sekertaris Jendral Kementrian Lingkungan Hidup, jumlah luas lahan yang terjadi kebakaran dari tahun ke tahun terus menurun. Keberhasilan inilah yang turut mendorong dilangsungkanya kegiatan jambore ini.

“Pada tahun 2017, kebakaran menuruh dari tahun sebelumnya, menjadi 160.000 hektar. Keberhasilan, ini merupakan keberhasilan antara pemerintah pusat, daerah, dan stakeholder lainnya, serta masyarakat yang turut terlibat.” Ucap sekjen KLH,  Bambang Hendroyono (28/04) saat pembukaan jambore.

Dikarenakan program dirasa berhasil untuk menurunkan kebakaran di tahun 2017, makan ditahun 2018 diselenggarakan Jambore Gambut ke 2 dalam rangka menyongsong kemarau yang diprediksi akan panjang.

“Di awal tahun masing masing daerah sudah mempersiapkan dirikerena menurut perkiraan  BMKG ada kemungkinan kemarau yang agak panjang.” Ujar Bambang.

Turut hadir juga dalam acara tersebut Gubernur Kalimantan Selatan, Shabirin Noor. Shabirin mengapresiasi pelaksanaan jambore sebelumnya serta mendukung penuh kegiatan jambore gambut di tahun ini.

Pada pertengahan kegiatan pembuka, diadakan deklarasi oleh perwakilan masing-masing paralegal 7 provinsi.

TINGGALKAN BALASAN