Majene, Semarak.News — Ideologi Radikalisme terus berkembang di Indonesia. Hal inilah yang membuat Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Mamuju (Permaju) tertarik untuk mengadakan diskusi untuk mengantisipasi perkembangan radikalisme pada Sabtu malam (29/2).

Salah satu narasumber yang diundang dalam diskusi tersebut adalah Aktifis Pemerhati Kebangsaan Noer Ramadhan La Udu. Ia menjelaskan bahwa banyak solusi dalam menangkal radikalisme. Misalnya dengan cara mengubah Islam yang ekslusif menjadi inklusif. Menjadi seseorang yang nasionalis dan memiliki sikap pluralisme antar umat beragama.

Menurutnya, sejak awal masa kemerdekaan sudah berkembang berbagai aliran Islam di Indonesia seperti NU, Muhammadiyah, Persis dan lain sebagainya. Namun pemikiraan radikal baru mulai berkembang pada abad 21.

Beberapa ciri radikalisme yang sering muncul itu diantaranya cepat mensesatkan, membidahkan bahkan hingga mengkafirkan kelompok yang berbeda dengannya. Kelompok radikal juga secara tekstual menafsirkan ayat Al Qur’an dan hadits tanpa melihat konteks ayat itu berbicara tentang hal tertentu dan asbabun nuzulnya.

“Kelompok dengan paham tidak mampu menerima kritik atau perbedaan pendapat tentang pemahamannya dalam beragama juga ada yang mengajarkan pemikiran Islam seperti Khilafah Islamiyyah,” ujar La Udu dalam Dialog Kepemudaan yang diadakan oleh Himpunan Pelajar Mahasiswa Mamuju dengan Tema ”Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam menangkal Radikalisme di Dunia Kampus”.

La Udu juga mengutip pernyataan salah satu Ulama besar Indonesia, Prof. Quraish Shihab. Menurut Qurais Shihab penyebab seseorang menjadi radikal berdasarkan hanyalah satu, yaitu kebodohan. “Kelompok radikal tidak mau memahami agamanya dan tidak mau memahami agama orang lain”, ujarnya. “Hal ini mengakibatkan mereka tidak mau menerima perbedaan dari kelompok lain, baik yang seagama maupun berbada agama,” dia menegaskan.

Sebagai kalangan intelektual, mahasiswa yang sedang mencari jati dirinya boleh saja mempelajari paham dan kajian ilmu pengetahuan. Namun dia berharap agar mahasiswa dapat menelaah dan mencari kebenaran suatu pendapat melalui berbagai sumber terpercaya.

La Udu berkeinginan agar semua pihak terlibat berpartisipasi dalam menanggulangi radikalisme yang berpotensi meluas di Majene. (MAS)

LEAVE A REPLY