Majene, Semarak.News – Gagasan pendirian Rumah Singgah Pasien (RSP) untuk pasien di Kab. Majene sudah mulai dibicarakan sejak empat tahun yang lalu oleh para luluareq kader-kader Ikatan Mahasiswa Mandar Majene Indonesia (IM3I). Gagasan ini selalu terwariskan, kemudian diterapkan dalam program kerja Divisi Hubungan Masyarakat IM3I.

Keberadaan RSP sangat diperlukan karena minimnya fasilitas rumah sakit umum di Kab. Majene sehingga memaksa pasien untuk dirujuk ke Makassar. Keadaan ini akhirnya mendapatkan respon dari Ketua IM3I, Andi Dwi Sasmianto. “Sebagai bentuk kepedulian akan hal tersebut, maka IM3I mengambil inisiatif untuk mendorong Pemerintah Daerah Kab. Majene agar segera membangun RSP”, ujar Andi pada Rabu Sore (23/10).

Meninjau dari realitas tersebut, IM3I mengambil langkah untuk mengawal pasien yang dirujuk ke Makassar dan membantu beban pasien dan keluarganya. Baik dalam bentuk bantuan pengurusan administrasi rumah sakit, pengambilan darah dan pembelian obat-obatan di apotek luar rumah sakit hingga menyediakan penginapan pasien di Sekretariat IM3I.

Selain itu, IM3I juga melakukan desakan kepada Pemkab Majene agar mengadakan Rumah Singgah Pasien di Makassar melalui metode pendiskusian. Namun hal ini belum juga mampu menemui titik terang. Menanggapi hal itu, Andi mengatakan, “IM3I terus mendesak Pemerintah Daerah Majene dengan mengadakan diskusi terkait konsep RSP di hadapan Pemda majene, namun lagi-lagi Pemda menolak dengan alasan kurangnya anggaran daerah.”

Dari penolakan tersebut muncul ide-ide dari para luluareq kader-kader IM3I untuk kembali mendesak Pemerintah Daerah Majene dengan memanfaatkan momen-momen penting. Pada 16 September 2019 lalu, bertepatan dengan pelantikan DPRD Kab. Majene, IM3I mengadakan aksi demonstrasi. Mereka berorasi di depan Gedung DPRD untuk menuntut pembangunan RSP untuk pasien yang akan dirujuk ke Makassar.

Tuntutan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Perwakilan IM3I akhirnya diajak untuk mengadakan audensi pemaparan konsep RSP pada (18/10) lalu. Audisensi tersebut diadakan bersama Dinas Kesehatan serta Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Hasilnya, Pemda Kab. Majene berjanji akan menganggarkan pembangunan RSP pada awal tahun 2020 mendatang. “Harapan kami kedepannya Pemda Kab. Majene tidak hanya mengadakan Rumah Singgah Pasien tapi juga ikut andil dalam pengelolaanya. Yakinkan semangat itu masih ada,” tegas Andi Dwi Sasmianto.

LEAVE A REPLY