Majene, Semarak.News- Yayasan Peduli Alam Indonesia (YPAI) menggelar diskusi dengan tema “Pelibatan Pemuda dalam Pencegahan Radikalisme yang merupakan Akar Terorisme” pada Selasa malam (26/11) di Godwill 17 Cafe, Majene.

Penyelenggaraan diskusi ini menarik minat hingga ratusan masyarakat yang mayoritas berasal dari Organisasi Kepemudaan di Majene, Prov. Sulbar.

Salah satu narasumber, Dosen STAI DDI Majene, Syamsuddin mengatakan, “berdasarkan Survey Setara, Alfara dan BNPT pada tahun 2018 hingga 2019, menunjukkan 39 % Mahasiswa di 15 Perguruan Tinggi yang terindikasi terpapar radikalisme.”

Syamsuddin menyesalkan tingginya jumlah pemuda yang terpapar radikalisme di kalangan mahasiswa tersebut.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa dari survey tersebut terdapat 30 % guru terpapar intoleransi dan radikal. Sementara 2,5 % siswa sudah mulai banyak terpapar radikalisme, bahkan 0,3 % diantaranya terpapar Terorisme dan menyetujui ISIS.

Hal ini semakin menambah kekecewaan Syamsuddin karena selain kalangan siswa, bahkan guru dari siswa tersebut juga ada yang terpapar radikalisme.

“Seharusnya guru dan pelajar saling berperan aktif untuk mencegah berkembangnya Ideologi Radikal yang dapat memecah belah bangsa”, ujarnya.

Selain Syamsuddin, terdapat narasumber lainnya dalam diskusi ini yaitu Kapolres Majene, AKBP Irawan Banuaji, Pasi Intel Kodim 1401 Majene, Kapten Inf. Ardam Nyampa serta Kepala Haji dan Umroh Kemenag Majene, Dr. H. Hasyim, Lc., M.Ag.

Kapolres Majene menyebutkan bahwa kesenjangan sosial yang terjadi juga dapat memicu munculnya pemahaman radikalisme dan tindakan terorisme.

“Apabila tingkat pemahaman radikalisme dan tindakan terorisme tidak ingin terjadi pada suatu Negara termasuk Indonesia, maka kesenjangan antara pemerintah dan rakyat haruslah diminimalisir,” ujar Irawan.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah harus mampu merangkul pihak media yang menjadi perantaranya dengan rakyat sekaligus melakukan aksi nyata secara langsung kepada rakyat.

“Begitu pula dengan rakyat, yang harus memberikan dukungan dan kepercayaan kepada Pihak pemerintah,” ujar Irawan.

Dengan kerja sama antara rakyat dan Pemerintah, Irawan yakin pemerintah akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pengayom rakyat dan pemegang kendali pemerintahan. Hal ini menurutnya juga dapat menghambat perkembangan radikalisme dan terorisme.

LEAVE A REPLY