Majene, Semarak.news– Belasan massa gabungan dari Aliansi Selamatkan Nelayan dan Pesisir (ASNP) Sulbar serta FPPI Majene menggelar aksi demonstrasi pada Selasa Sore (29/10). Demonstrasi tersebut digelar di Pusat Pertokoan Majene untuk menuntut dibatalkannya Reklamasi Pantai Majene atau biasa disebut Proyek Water Front City.

Jenderal Lapangan, Shadikin beranggapan bahwa Reklamasi Water Front City Majene dapat merusak lingkungan laut  dan menyulitkan nelayan untuk menangkap ikan.

“Reklamasi Majene hanya mempersulit nelayan dan merusak lingkungan. Oleh karena itu kami menuntut agar Pemerintah Kabupaten Majene segera menghentikan proyek tersebut,” ujar Shadikin dalam orasinya.

Bung Shadikin
Shadikin

Demonstran juga menyebarkan selebaran  berisi kekecewaan atas berjalannya Proyek Reklamasi. Dalam selebaran tersebut ASNP menjelaskan salah satu dampak dari reklamasi adalah tingginya air pasang yang diakibatkan oleh penyempitan ruang yang dapat menampung air laut. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan terhadap perahu nelayan. Selain itu reklamasi juga dapat merusak terumbu karang dan menghambat ikan berkembang biak.

Sementara itu, aktifis ASNP Sulbar, Dicky Zulkarnain Madjid mengatakan, “Kampanye tentang reklamasi di Majene memang perlu untuk dilakukan, apa dampaknya bagi lingkungan dan sosial ekonomi kita, biar masyarakat bisa menilai dan sedikit sadar akan lingkungan,” jelas Dicky.

Sebelumnya,  ASNP Sulbar telah melakukan penelitian ekosistem pesisir Majene pada (22/9) lalu. Menurut ASNP, ekosistem laut di sekitar lokasi pada segmen 1 WFC Majene di Lingkungan Cilallang, Kelurahan Pangaliali, masih dalam kondisi baik.

Hal yang berbeda muncul pada penjabaran kondisi lingkungan yang tertera dalam Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) pembangunan WFC (halaman 99 dan 100). ANDAL tersebut menyebutkan bahwa kondisi karang bagian segmen 1 banyak mengalami kerusakan. Semakin menjauh dari bibir pantai kerusakan karang semakin parah. (MAS)

LEAVE A REPLY