Adakan Konferensi Pers, HMI Majene Klarifikasi Kisruhnya Proses Pengkaderan

0
204
Konferensi Pers HMI Majene
Konferensi Pers HMI Majene

 Majene. Semarak.News- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Gabungan Komisariat Cabang Majene mengadakan konferensi pers di Sekretariat HMI Majene, Rabu siang (30/10). Konferensi pers ini digelar untuk mengklarifikasi kisruhnya proses pengkaderan HMI Majene.

Ketua Komisariat Ekonomi HMI Majene, Kadri menjelaskan, tidak benar terjadi pembakaran atribut HMI dan penghunusan parang pada saat kegiatan pengkaderan di Kampus STAIN Al-Mardiyah, Selasa dini hari (29/10).

“Kronologi sebenarnya, pembakaran atribut HMI tidaklah benar, melainkan yang dibakar adalah atribut acara pengkaderan. Sementara terkait penghunusan parang, tidaklah terjadi, yang ada di sekitar lokasi ditemukan gagang parang,” ujar Kadri.

Komisariat HMI Majene juga menunjukkan bukti tidak adanya pembakaran atribut HMI. Bukti tersebut berupa potongan sisa atribut acara pengkaderan.

“Kami juga mencintai HMI, sehingga tidak mungkin melakukan pembakaran atribut berisi logo HMI. Yang kami bakar adalah atribut kegiatan pengkaderan, karena acara itu tidak sesuai dengan AD/ART HMI Pasal 40 tentang pendirian dan pemekaran komisariat pada ayat 1, 2, 3 dan 4,” tambah Kadri.

Bukti Sisa Spanduk Acara Pengkaderan HMI
Bukti Sisa Atribut Acara Pengkaderan HMI yang telah diamankan

Selain itu, Sekum Komisariat Sospol HMI Majene, Yusril menjelaskan bahwa panitia acara seharusnya terlebih dahulu melakukan klarifikasi ke Sekretariat HMI Majene sebelum mengadakan pengkaderan.

“Karena tidak adanya klarifikasi ke Sekretariat HMI Majene, maka kami mendatangi acara pengkaderan untuk mempertanyakan dasar aturan diadakannya kegiatan pengkaderan,” ujar Yusril.

“Jadi kami tidak asal membubarkan acara pengkaderan, melainkan terlebih dulu menanyakan kepada panitia ada tidaknya legalitas acara ini,” ungkapnya.

Yusril menambahkan, acara pengkaderan tersebut akhirnya dibubarkan setelah panitia tidak dapat membuktikan legalitas diadakannya pengkaderan tersebut.

“Kami membubarkan pengkaderan karna kegiatan itu tidak sesuai dengan administrasi pengkaderan,” ujar Yusril.

Terkait adanya tudingan yang mengatakan bahwa dirinya menghunuskan parang, Yusril dengan tegas membantah hal tersebut.

“Saya memang membawa gagang parang di lokasi, tapi tidak dengan mata parangnya. Sehingga tidak mungkin saya bisa menghunuskan parang pada saat acara tersebut,” jelas Yusril.

LEAVE A REPLY