Sorong, Semarak.News – Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto membeberkan potensi konflik dalam pemilihan kepala daerah serentak 2020. Hadi mengatakan, daerah yang diperkirakan rawan konflik saat pilkada nanti adalah Papua.

“Adapun daerah yang diperkirakan berpotensi konflik karena isu SARA, konflik horizontal, dan politik uang adalah wilayah Papua,” kata Hadi saat rapat kerja dengan Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 November 2019.

Pilkada serentak 2020 akan dilaksanakan di 270 daerah, terdiri dari 9 provinsi, 37 kota, dan 224 kabupaten. Adapun tahapan pilkada serentak dilaksanakan mulai 1 Oktober 2019 hingga 23 September 2020.

Hadi mengatakan, potensi kerawanan dalam pilkada terdapat dalam aspek penyelenggaraan, kontestasi, dan partisipasi. Maka dari itu, kata dia, TNI akan kembali terlibat dalam pengamanan tahapan pilkada 2020.

Hadi mengatakan TNI akan menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk diperbantukan kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri). “Pada pemilu yang lalu TNI mengerahkan kekuatan sebesar dua pertiga dari kekuatan yang dikerahkan oleh Polri,” ucapnya.

Sumber: https://nasional.tempo.co/read/1268969/panglima-tni-sebut-tni-jaga-pilkada-papua-karena-rawan-isu-sara/full&view=ok

LEAVE A REPLY