Sejalan dengan 9 Poin Tuntutan Tokoh Papua, Bupati Lantik PUG, P2TPA dan...

Sejalan dengan 9 Poin Tuntutan Tokoh Papua, Bupati Lantik PUG, P2TPA dan Forum Anak

0
46
Pelantikan Badan Pengurus PUG, P2TP2A dan Forum Anak
Pelantikan Badan Pengurus PUG, P2TP2A dan Forum Anak

Sorong, Semarak.News – Pada Selasa (10/9) siang, Presiden Joko Widodo bertemu dengan 61 tokoh dari Papua dan Papua Barat di Istana Negara, Jakarta. Dalam pertemuan itu, para tokoh yang terdiri dari pejabat daerah, tokoh adat, tokoh agama, hingga para mahasiswa menyampaikan sembilan permintaan kepada pemerintah pusat.

Berikut daftarnya:

  1. Pemekaran provinsi 5 wilayah di provinsi Papua dan Papua Barat
  2. Pembentukan Badan Nasional Urusan Tanah Papua
  3. Penempatan pejabat eselon 1 dan eselon 2 di Kementerian dan Lembaga
  4. Pembangunan asrama nusantara untuk mahasiswa Papua di seluruh kota dan menjamin keamanan mahasiswa Papua
  5. Usulan revisi UU otonomi khusus dalam prolegnas dalam 2020
  6. Menerbitkan Inpres untuk pengangkatan ASN Honorer di tanah papua
  7. Percepatan palapa ring timur papua.
  8. Membentuk lembaga adat perempuan dan anak Papua
  9. Membangun Istana Presiden RI di Ibu Kota Provinsi Papua, Jayapura

Sejalan dengan poin nomor 8, Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KeluargaBerencana (DP3AKB) melaksanakan pelantikan Badan Pengurus Pengarusutamaan Gender (PUG), Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Forum Anak Kabupaten Raja Ampat, bertempat di Gedung Syalome Syeben, Kota Waisai, Raja Ampat, Senin (21/ 10).

Dalam sambutannya Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, SE yang dibacakan Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Setda Raja Ampat, Muhiddin Umalelen, S.S0s, M.Ec.Dev, bahwa kondisi perempuan secara umum dalam berbagai sektor. pembangunan masih tertinggal dalam gender development index dan gender empowerment, ini menunjukkan masih adanya kesenjangan gender antara perempuan dan laki-laki.

Fakta inilah yang membuat perhatian pemerintah terhadap penyelesaian masalah pemberdayaan kaum perempuan yang semakin serius agar bisa tercapai persamaan gender. Karena itu kehadiran pokoknya pengarusutamaan gender sangat penting guna menguatkan komitmen dan peran strategis masing-masing penggerak dalam melaksanakan perannya untuk mampercepat pelaksanaan pengarusutamaan gender di daerah Kabupaten Raja Ampat. “Pengarusutamaan gender mempakan salah satu strategi pembangunan nasional yang dituangkan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang pelaksanaan pengarusutamaan gender,” ujarnya.
Selain itu tambahnya, dalam Permendagri nomor 15 tahun 2018 yang mengatur tentang sistem kelembagaan VOC di kabupaten dan kota.”Saya berharap dengan dilantiknya Pokja pengarusutamaan gender maka segera mungkin menyusun kebijakan-kebijakan program dan kegiatan pembangunan yang responsif gender lebih fokus dan terarah sesuai strategi dan prioritas nasional,” ajaknya.
Sementara itu Kepala P2TP2A DKI Jakarta, dr. Silvia yang turut menghadiri pelantikan ini menambahkan, perlindungan perempuan dan anak mendapat tempat khusus di negara Indonesia, sehingga ada undang-undang yang mengaturnya. Untuk itu penghapusan kekerasan kepada perempuan dan anak sangat berpengaruh pada masa depan Indonesia karena berpengaruh pada karakter generasi penerus. “Pembentukan kepengurusan ini tidak terlepas dari inisiatif para tokoh perempuan dan peran bupati. Oleh karena itu diharapkan kita semua dapat bekerja sama. Selain itu dibutuhkan aturan dan pendanaan serta SOP yang terintegrasi dengan seluruh pihak,”ungkapnya.
Oleh sebab itu djperlukan pemahaman yang baik dan benar terkajt perspektif gender dalam menangani permasalahan perempuan dan anak. Perspektif yang sama diharapkan memberikan keberpihakan kepada perempuan dan anak. “Terimakasih kepada para pengurus yang sudah menerima amanah. Kita berharap langkah ini dapat dilakukan berkelanjutan,” harapnya.
Pelantikan turut dihadiri Dandim 1805 Raja Ampat Letkol Inf. Josef P. Kaiba, sejumlah Pimpinan OPD, serta Tokoh Agama, pemerhati perempuan dan anak di Raja Ampat.
Sumber: Raja Ampat

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY