Sorong, Semarak.News – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Papua Barat menaruh perhatian besar bagi pembinaan, peningkatan skil bagi para pemuda asli Papua. Kadisnakertrans Provinsi Papua Barat Fredrik Saidui mengatakan, saat ini di Kabupaten Teluk Bintuni telah ada Balai Latihan Tenaga Kerja sektor migas.

Selain itu juga Pempmv Papua Barat di tahun 2020 merencanakan membangun Balai Besar Latihan Keria di Kabupaten Manokwari Selatan. Pembangunan balai latihan kerja ini untuk mendidik putra-putri asli Papua di bidang minyak dan gas agar mampu bersiang di dunia kerja nasional maupun regional.

Saidui mengatakan, sebenamya para pemuda asli Papua memiliki kemampuan bila dibina dan dididik sebagai calon-calon tenaga kerja yang terampil dan terdidik. Tetapi selama ini tidak ada pelatihan yang bisa mengeluarkan sertifikat. Padahal, perusahaan-perusahaan besar membutuhkan tenaga skill yang dibuktikan dengan sertifikasi.

“Sebenamya orang Papua itu mampu, tetapi tidak punya sertifikasi. Oleh karena itu, kami punya program. Mereka yang sudah punya kemampuan akan kita latih, bimbing supaya mendapatkan sertifikasi hingga bisa bersaing di dunia ketenagakerjaan,” katanya kepada wartawan, Selasa (22/10).

Di Papua Barat beroperasi sejumlah perusahann besar di bidang migas, seperti LNG Tangguh. Perusahan berskala internasional ini membutuhkan pekerjan bersertifikasl. “Sehingga kita perlu menyiapkan tenaga kerja yang memmki skill dam siap bekerja di bidangnya.” ujarnya.

Gubernur lanjut Kadisnakertrans, juga mempunyai gagasan untuk mengirim anak-anak Papua yang baru lulus SMA/SMK untuk mengikuti pendldikan dan latihan di pusat pelatihan tenaga kerja migas di Ciloto. “Setelah tiga tahun mengikuti pendidikan dan latihan, mereka kembali dan dapat dipekerjakan di perusahaan-perusahaan migas,” ujarnya.

Sumber: Radar Sorongg

LEAVE A REPLY