Sorong, Semarak.News – Kembali lagi, BPJAMSOSTEK sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial menjalankan program pemerintah berupa Jaminan kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kembali menyerahkan santunan senilai Rp70 Juta peserta BPJAMSOSTEK kepada Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Muhammadiyah (UM) Sorong yang diterima langsung oleh pihak Kampus.

Wakil Rektor II  UM Sorong, Dr Daeng Pabalik , M.Si menyampaikan almarhumah Kiki Aprilia Sihite ini,  meninggal, karena dalam perjalanan dari lokasi KKN ke Kota Sorong untuk mengurus keperluan dalam pelaksanaan KKN. Dimana dalam perjalanan tersebut, terjadi kecelakaan yang mengakibatkan almarhumah meninggal dunia.

“Memang sebelum melakukan aktivitas  untuk semua mahasiswa yang melakukan KKN langsung didaftarkan menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Program ini, telah dilakukan oleh UM Sorong sejak 2019. Kita inginnya semua mahasiswanya untuk menjadi peserta BPJAMSOSTEK namun dalam persyaratannya harus yang melakukan kegiatan kerja, maka itu,  pihaknya hanya mendaftarkan mahasiswa yang sedang melakukan KKN saja,” ungkap Pabalik kepada wartawan usai prosesi penyerahan santunan.

Dirinya berharap kedepan UM Sorong bisa mendaftarkan lagi mahasiswa yang melakukan aktivasi KKN agar dapat terjamin keselamatannya, karena namanya musibah tidak ada yang meminta namun setidaknya, bisa ada perlindungan atau jaminan bila terjadi resiko yang tidak diinginkan saat beraktivitas.

Dengan adanya penyerahan santunan ini, pihak UM Sorong sangat berterima kasih, karena dengan santunan ini, dapat sedikit meringankan beban orangtua almarhumah, walaupun namanya nyawa tidak bisa di bayar dengan uang ,akan tetapi mudah-mudahan dengan adanya santunan ini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Di tempat yang sama Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Papua Barat, Mintje Wattu menyampaikan BPJAMSOSTEK bayar sekaligus dengan biaya berjalannya sehingga total santunan yang diperoleh Rp 70Juta yang diterima ahli waris.

Mintje Wattu

Mahasiswa UM Sorong ini, selama masa KKN tiga bulan telah tercover keselamatannya oleh pihak BPJAMSOSTEK sampai berakhirnya masa KKN. “Almarhumah mendapatkan santunan Rp70 Juta, karena mengalami kecelakaan pada saat melakukan aktivitas kerja, namun bila terjadi kematian karena sakit yang datang dari dalam tubuh pada saat melakukan aktivitas maka hanya mendapatkan santunan Rp42Juta. Itu sudah sesuai dengan ketentuan undang-undang yang terbaru,” kata Mintje menerangkan.

Bila terjadi resiko pada saat KKN, kata dia, BPJAMSOSTEK siap mencover, namun yang dilaporkan baru satu orang yang mengalami kecelakaan, kalaupun ada lagi pihak BPJAMSOSTEK pasti akan siap mengcover hal tersebut.  BPJAMSOSTEK lanjut Mintje, tidak mengambil mahasiswa secara keseluruhan, karena mahasiswa tidak melakukan aktivasi kerja, namun ketika dalam kegiatan KKN BPJAMSOSTEK menjamin perlindungannya, karena dalam aktivitas tersebut ada kegiatan kerja yang dilakukan.  “Bantuan ini merupakan santunan kecelakaan kerja, karena saat melakukan kegiatan KKN mengalami kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal, santunan ini dari iuran 16.800 perbulan sampai dapat Rp70 Juta,” terang Mintje.

Selama melakukan kegiatan KKN UM Sorong tercover perlindungan oleh pihak BPJAMSOSTEK dan dalam melakukan aktivasi KKN tersebut mengalami kecelakaan kerja hal itu sudah tidak di khawatirkan lagi.  Dimana untuk tahun 2020 ada sebanyak 835 mahasiswa KKN terjamin keselamatannya oleh pihak UM Sorong melalui BPJAMSOSTEK untuk melindungi mahasiswa selama melakukan aktivasi kerjanya. Dan salah satu mahasiswa KKN Kiki Aprilia Sihite dari fakultas Ekonomi Program studi Manajemen yang mengalami kecelakaan kerja pada saat perjalanan untuk mengurus keperluan KKN hal itu, langsung tercover oleh pihak BPJAMSOSTEK untuk mendapatkan santunan senilai 70Juta.

Memang pihak almarhumah sedikit kecewa karena proses berlarut-larut baru direalisasikan padahal almarhumah meninggal sudah hampir tiga bulan.  Pemberian santunan , tambah Mintje, mengalami keterlambatan akibat terkendala Covid19 pengurusan berkas seperti surat keterangan ahli waris dan berkas lainnya yang dibutuhkan. Semua persyaratan  harus lengkap, namun karena adanya Covid-19 kepengurusan berkas menjadi terlambat, kalaupun sebelumnya menginformasikan pada BPJAMSOSTEK pihaknya bisa menghubungi kantor Walikota agar kepengurusan berkas cepat selesai.

Sumber: https://papuabaratpos.com/bpjamsostek-beri-santunan-70-juta-buat-ahli-waris-mahasiswi-um-sorong/

LEAVE A REPLY