Ambon, Semarak.News – Sidang lanjutan atas tuntutan mahasiswa Unkhair Ternate kepada Rektor Unkhair sudah sampai pada tahap pembuktian berkas (7/16) di PTUN Ambon. Namun, dalam persidangan masih terjadi kendala karena Kuasa Hukum dari pihak Rektor Unkhair belum melengkapi berkas sesuai administrasi yang berlaku di PTUN Ambon, sehingga persidangan ditunda dan dilanjutkan Kamis depan.

Alhasil penggugat dan pendukung merasa kecewa karena persidangan terkesan diundur terus.

Kuasa hukum dari penggugat Alwalid U. mengatakan saat ini pihaknya hanya berfokus pada tuntutan mahasiswa agar SK DO dibatalkan dan mereka bisa kembali berkuliah seperti biasa.

”Penerbitan SK DO itu tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan juga diduga telah terjadi abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan oleh Rektor untuk menerbitkan SK DO”, lanjut Alwalid U.

”Sejauh ini belum ada intervensi dari pihak luar kepada saya, namun saya khawatir tekanan yang dihadapi klien saya, mungkin dari fisik mereka “OK” tapi saya tidak tahu psikis yang mereka rasakan”, pungkas anggota LBH Ansor Maluku itu.

Alwalid juga mengharapkan dukungan seluruh mahasiswa dari Sabang sampai Merauke untuk menyikapi hal ini dengan bijak, karena hal-hal seperti ini dirasa akan berbahaya untuk mahasiswa, jika daya berpikir kritis mereka menyikapi persoalan persoalan bangsa dan berani menyuarakan akan menerima ancama DO dan sebagainya. Alwalid juga menambahkan untuk bersatu padu mendukung kebebasan berpendapat tapi dengan syarat harus bertanggung jawab dan pendapat yang tidak memecah belah mahasiswa dan masyarakat. [PT]

LEAVE A REPLY