Langkat, Semarak.news – Puluhan jamaah berkumpul di halaman Mesjid Nurul Huda Stabat, Jumat pagi (6/4/2018). Mereka bersiap untuk menuju Medan guna mengikuti Aksi Bela Islam di Masjid Agung Medan.

Dengan mengenakan pakaian putih, para jamaah dari Stabat terlihat memasang spanduk di mobil yang akan mereka gunakan dalam perjalanan. Terhitung sekitar 10 mobil dipersiapkan untuk keberangkatan.

Terlihat pula Ust. Ahmad Muklis Siregar, Pimpinan Yayasan Ponpes Ibadurrahman Langkat) dengan para santrinya dari Payamabar yang akan turut serta dalam Aksi Bela Islam.

Di setiap mobil terlihat spanduk yang bertuliskan “Alunan Adzan adalah suara langit, jangan coba-coba melecehkan”, “Kalau nggak tau Syariat jangan bicara Syariat”, “Tangkap provokator, merusak kerukungan agama”, dan “Kami marah kepada orang yang melecehkan akidah kami”.

Rencananya mereka akan melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Agung Medan. Setelah itu mengikuti Aksi Bela Islam di Mapolda Sumatera Utara.

Anwar, salah satu jamaah mengatakan, bahwa pihaknya berangkat ke Medan untuk meminta pihak Kepolisian agar menangkap dan memenjarakan Sukmawati terkait dengan puisinya yang diduga melakukan penistaan agama Islam.

“Kami tidak terima dengan puisi yang dibacakan oleh Ibu Sukmawati Soekarnoputri. Menurut kami itu salah karena telah menistakan agama Islam.”

Sebelumnya Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week, Jakarta Convention Center. Puisi tersebut menuai kontroversi dari beberapa kalangan.

Meskipun demikian, Ibu Sukmawati Soekarnoputri telah meminta maaf kepada masyarakat dan mengklarifikasi bahwa dalam puisi tersebut, dirinya tidak ada niatan untuk menistakan agama.

Dalam jumpa pers di Cikini beberapa waktu lalu, Ibu Sukmawati Soekarnoputri mengatakan “Saya mewakili pribadi tidak ada niat menghina umat Islam Indonesia dengan puisi ‘Ibu Indonesia’. Saya adalah muslimah yang bersyukur dan bangga akan keislaman saya.”

LEAVE A REPLY