Jakarta,Semarak.News – Stasiun PT KAI identik dengan gerai – gerai toko yang menjual makanan maupun kebutuhan sehari – hari. Tak terkecuali dengan stasiun MRT yang akan dioperasikan pada Maret 2019, gerai – gerai toko pun bakalan ada di masing – masing stasiun MRT. PT MRT berencana untuk membuka 16 gerai bagi UMKM kecil dan menengah  di 5 stasiun MRT yang ada di Jakarta.

Kelima stasiun tersebut adalah Stasiun Fatmawati sebanyak 6 gerai UMKM, Stasiun Lebak Bulus sebanyak 6 gerai UMKM, Stasiun Haji Nawi sebanyak 1 gerai UMKM, Stasiun Blok A ada sebanyak 1 gerai UMKM, dan Stasiun Dukuh Atas sebanyak 2 gerai UMKM.

Sedangkan jenis gerai yang akan ditawarkan yaitu gerai kuliner, 5 gerai mode (fashion) dan 3 gerai kriya (kerajinan tangan).

Penerimaan gerai ini di seleksi oleh kurator Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) RI, yang secara sengaja diajak oleh PT MRT untuk bekerja sama dengan BEKRAF. Diharapkan pada 18 Februari 2019 gerai UMKM sudah ditetapkan, sehingga pada bulan Maret 2019 gerai sudah bisa dibuka bersamaan dengan aktifnya stasiun MRT di Jakarta.

Untuk pendaftaran UMKM, PT MRT menerima penawaran dengan cara mengakses persyaratan tersebut di laman website MRT Jakarta. Dan untuk biaya sewa sendiri, bisa dikatakan cukup murah sebesar Rp 1.360 juta per bulan. Harga sewa tersebut 50 persen lebih murah dibandingkan harga sewa yang di berikan kepada retail reguler.

Selain itu UMKM ini memiliki beberapa syarat seperti bersedia membuka gerai dari jam 05.00 sampai jam 22.00 WIB, tidak memiliki toko lain di mal besar, usaha belum di muara labakan, serta menjual produk original bukan reseller.

Dengan adanya MRT tentu saja menguraikan kepadatan publik didalam pemakaian transportasi publik di ibukota, dengan harapan masyarakat semakin banyak memiliki referensi didalam pemakaian transportasi. Hal ini juga sebagai ajakan untuk mengurangi pemakaian kendaraan pribadi yang sudah membludak di Jakarta. (NCW)

 

LEAVE A REPLY