Protes Kerjasama IMF-WB FPPI Makassar Demo

Aksi unjuk rasa oleh FPPI Kota Makassar

Makassar, Semarak.new – Annual Meeting yang akan di lakukan di Bali menuai protes dari Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Kota Makassar (12/10/2018). Protes yang dilakukan oleh FPPI diwujudkan dalam aksi unjuk rasa di Fly Over, Jl A P Pettarani, Kota Makassar.

IMF-WB Annual Meetings (AM) adalah pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur IMF dan World Bank. Annual Meetings dilaksanakan setiap tahun sekali pada awal Oktober di headquater IMF-WB di Washington DC, AS selama dua tahun berturut-turut.

Sementara untuk tahun berikutnya, Annual Meetings dilaksanakan di negara anggota terpilih. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu terkini, antara lain, pengurangan kemiskinan, pembangunan ekonomi internasional, dan isu-isu global lainnya.

Menurut FPPI, masalah utama melemahnya perekonomian negara saat ini adalah utang luar negeri. Proyek dan program utang luar negeri atas sponsor lembaga kreditor seperti IMF dan Bank Dunia telah menimbulkan biaya sosial-ekonomi yang besar.

Akibat proyek-proyek utang luar negeri banyak terjadi penggusuran, pengusiran paksa, kerusakan lingkungan, dan korupsi.

IMF dalam kebijakan perlindunganya bersandar pada liberalisasi, privatisasi, dan deregulasi yang menghasilkan degradasi kedaulatan negara.

Adapun tuntuan dari Front Perjuangan Pemuda Indonesia, antara lain :

  1. Wujudkan Reforma Agraria Sejati.
  2. Wujudkan Kedaulatan Pangan.
  3. Wujudkan Pendidikan Gratis.
  4. Kembalikan Subsidi Untuk Rakyat.
  5. Hapus Utang Lama Tolak Hutang Baru.
  6. Nasionalisasi Aset Negara.
  7. Naikkan Upah Buruh dan Cabut PP No 78.

Terlihat juga peran aktif wanita dalam menyampaikan aspirasi rakyat. Masyarakat dalam hal menyampaikan pendapat di muka umum bukan lagi di dominasi oleh kaum laki-laki.

suara lantang dari kaum hawa untuk rakyat (sumber : Istimewa)

Aksi yang dipimpin oleh Muchlis ini adalah aksi yang mengatasnamakan banyak elemen masyarakat, tidak hanya mahasiswa. Para buruh dan petani dapat merasakan pendapat nya bisa disampaikan di muka umum.

Apa daya petani dan buruh di polosok desa, nelayan di pesisir pantai yang jauh dari pusat pemerintahan. Oleh karena itu, sudah kewajiban para pemuda di kota-kota besar untuk melayangkan aspirasi para masyarakat yang kurang beruntung. (ABP)

 

TINGGALKAN BALASAN