PAILELANG, SEMARAK.NEWS | PROGRAM Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 di Alor segera dibuka pada 10 Juli 2019 mendatang. Namun, pra TMMD yang dipusatkan di Desa Pailelang Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD) itu sudah dilakukan sejak 25 Juni lalu. Progres atau perkembangan pembangunan fisik Pra TMMD kini mencapai 20 persen.

Seperti pantauan tim ke lokasi, pekerjaan fisik pembukaan jalan baru yang menghubungkan Kampung Tamal Muhumung dan Kampung Padang Baru itu dikerjakan dengan Volume 280 M dan Lebar 6 M.

Alat berat Excavator melakukan pembongkaran jalan baru di Desa Pailelang dalam kegiatan TMMD ke 105

Dengan kondisi bebatuan, pembongkaran jalan baru ini dibantu dua unit alat berat yaitu satu Eksavator Breaker dan satu Eksavator Bucket untuk melanjutkan pekerjaan tersebut. Setiap harinya, Kodim 1622 Alor mengerahkan 20 orang personil TNI AD ke lokasi dan dibantu masyarakat setempat 12 orang untuk mengerjakan pekerjaan fisik dari Pukul 08.00 s.d 18 00 WITA.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dandim 1622 Alor Letkol Inf Supyan Munawar, S.Ag mengajak insan pers, baik media cetak, online dan elektronik di Alor untuk ikut mensukseskan program TMMD tersebut. Ia meminta pers untuk mempublikasikan jalannya kegiatan itu. Dandim Alor menjelaskan hal tersebut ketika Coffee Morning bersama wartawan, akademisi dan pengurus organisasi kepemudaan di Aula Makodim, Kamis, (27/6/2019) Pukul 08.00 WITA.

Ia menyebut, sebelum puncak kegiatan TMMD, perlu dilakukan sosialisasi karena merupakan hajatan bersama. “Melalui kegiatan ini, TNI akan lebih dekat dengan pemerintah, rakyat serta semua pihak. Sebab program TMMD adalah bagaimana kita membantu pemerintah dalam mensejahterakan rakyat,” jelasnya.

Mantan Kopassus ini menyebut, pra kegiatan TMMD di Desa Pailelang telah berlangsung sejak 25 Juni lalu dan selesai pada 8 Juli 2019. Sasaran kegiatan yakni pembongkaran jalan baru dengan Volume 1,4 KM, membangun taman baca serta pembangunan lapangan bola voli.

Selain itu, pihaknya juga sedang mengusulkan bantuan beberapa kegiatan seperti rehab gedung gereja Kema Injil, Rumah Tinggal Layak Huni dan 44 unit lamtera bagi warga kampung Tamogtaga ke Kemensos RI di Jakarta. “Selain kegiatan fisik itu, ada juga kegiatan non fisik yang akan kami lakukan. Seperti penyuluhan bela negara, sosial, kamtibmas, hukum, kesehatan, KB, pertanian, peternakan, penanggulangan bencana dan kerajinan tangan,” ujar Dandim.*(tim)

LEAVE A REPLY