Preman Parlente, Guyonan Gelitik Menyambut Tahun Politik

Komedian Cak Lontong (tengah), Akbar (kiri) dan Merry Sinaga (kanan) mementaskan lakon Preman Parlente (sumber: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta, Semarak.News – Program Indonesia Kita kembali hadir di awal bulan Maret 2018. Program Indonesia Kita 2018 yang mengusung tema Budaya Pop: Dari Lampau ke Zaman Now pada bulan Maret ini menampilkan pementasan dengan judul Preman Parlente.

Pementasan Preman Parlente menampilkan Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Merry Sinaga, Louise Sitanggang, Flora Simatupang, Alsant Nababan, Trio GAM (Joned, Wisben & Dibyo Premus), OBAMA (Orang Batak Marlawak), Sigma Dance Theatre Indonesia, Siantar Rap Foundation, dan Vicky Sianipar Ethnic Ensemble.

Bukan hanya penampilan para aktor dan aktris yang ciamik, pementasan kali ini pun didukung dengan tata suara, panggung, lighting, dan gerak tari yang sangat baik. Tampilan artistik panggung ditata oleh Ong Hari Wahyu, gerak tari dikoreograferi oleh Benny Krisnawardi, dan yang menjadi sutradara adalah Agus Noor. Pementasan semakin menarik atas adanya tim kreatif yang terdiri dari Butet Kertaredjasa, Agus Noor, Djaduk Ferianto, Vicky Sianipar, dan Paulus Simangunsong.

Preman Parlente berkisah tentang kisah cinta sepasang kekasih, Ucok dan Butet, dengan segala lika-likunya. Ucok adalah seorang preman yang sangat mencintai seorang perempuan bernama Butet. Ucok dikenal sebagai penipu ulung. Tapi dalam soal cinta, Ucok tak pernah berani berbohong. Ada dua hal dalam hidup Ucok yang tak pernah mau dilakukan Uco, yaitu berbohong pada pacarnya dan pada ibunya.

Suatu ketika Butet dan Ucok datang ke Samosi. Di Samosir, ada situasi tak terduga. Seorang investor besar ingin menguasai kawasan wisata untuk dijadikan resort mewah. Sang investor menugaskan anak buahnya untuk membujuk dan menghasut warga agar mau menjual tanah mereka. Di Samosir, ada pemuda-pemuda baik, ada pula pemuda-pemuda preman. Sang investor mencoba memberi janji-janji kepada para preman untuk mengumpulkan kekuatan dan menguasai warga. Kekuatan uang sang investor akhirnya bisa membuat para preman mendukung tujuan sang investor.

Kedatangan Ucok ke Samosir dijadikan jalan untuk mencapai tujuan sang investor dengan cara melakukan konspirasi jahat, Ucok difitnah dan dianggap kedatangannya ke Samosir semata-semata ingin menguasai wilayah kekuasaan mereka. Sang investor juga mencoba merayu Butet dengan cinta dan harta. Pertentangan Ucok dan sang investor tak terhindarkan. Sang investor membuat situasi sehingga terbongkar bahwa sesungguhnya Ucok bukanlah pengusaha sukses melainkan seorang preman dan penipu ulung, sehingga membuat Butet sangat terpukul dan ingin meninggalkan Ucok.

Pementasan dengan durasi lebih kurang dua setengah jam ini sukses membuat seluruh penonton yang memadati Graha Karya Bakti Taman Ismail Marzuki tertawa terbahak-bahak. Direnacanakan pementasan selanjutnya akan dilakukan pada tanggal 20-21 April 2018 dengan judul Princess Pantura. [DK]

TINGGALKAN BALASAN