Antisipasi Risiko Kematian PPS, KPU Kaimana Jalin Kerjasama dengan BP Jamsostek

Antisipasi Risiko Kematian PPS, KPU Kaimana Jalin Kerjasama dengan BP Jamsostek

0
7
Jamsostek Cabang Papua Barat, Mintje Wattu dan Ketua KPU Kaimana Kristianus Mathias Maturbongs saat menunjukkan bukti Perjanjian Kerja Sama (PKS)

Kaimana, Semarak.News – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) Cabang Papua Barat melakukan kerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaimana yang  ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak, Kamis (12/3) kemarin.

Ketua KPU Kaimana, Kristianus Mathias Maturbongs mengatakan, MoU kali ini merupakan kerja sama tahap pertama yang dilakukan oleh BP Jamsostek Cabang Papua Barat dengan KPU Kaimana. “Ini baru tahap pertama yang kami lakukan. Untuk tahap ini kami daftarkan dari tingkat distrik yaitu PPD atau PPK. Di Kaimana kami ada 7 distrik dengan total 35 orang,” terangnya.

Dijelaskannya, pada tahapan berikutnya, jumlah petugas KPU yang akan didaftarkannya pasti akan bertambah. Namun untuk saat ini petugas PPS masih dalam tahap seleksi. Usai seleksi serta mendapatkan DP4 terkait jumlah TPS dan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang bertugas, maka nantinya semua juga akan ikut bergabung dalam kepesertaan BP Jamsostek.

Terkait alasan yang membuatnya berkeputusan untuk bergabung dalam kepesertaan BP Jamsostek, Kristianus mengatakan, dirinya merasa prihatin dengan kejadian dan musibah yang menimpa beberapa petugas saat Pemilu 2019 lalu.

“Sebenarnya saya lihat dari Pemilu 2019 April kemarin, di tingkat bawah banyak yang mengalami musibah. Kita sadari itu, maka hari ini kita bekerja sama dengan BPJS Jamsostek untuk jangan sampai hal itu terjadi kembali sebab dengan adanya BP Jamsostek sudah bisa teratasi. Terlepas dari itu juga kami menerima surat edaran untuk membangun hubungan kerja sama dengan BPJS Jamsostek di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Sehubungan dengan harapan Kristianus, Kepala BP Jamsostek Cabang Papua Barat, Mintje Wattu mengatakan, pihaknya siap memenuhi apa yang menjadi harapan pihak KPU. “Ketika terjadi risiko, kami siap mengakomodir semuanya. Kami hadir mewakili negara dan bangsa ini untuk memberikan perlindungan yang terbaik. Kami BP Jamsostek memberikan perlindungan santunan full tanpa limit biaya, yang penting resiko yang mereka alami dikarenakan oleh aktivitas kerja semuanya kami tanggung,” jelas Mintje.

Mereka nantinya, lanjut Mintje, masuk dalam kepesertaan BP Jamsostek kategori penerima upah, karena mereka digaji oleh KPU negara menggaji lewat KPU. Selain itu, saat ini BP Jamsostek juga tengah fokus pada semua perusahaan yang mempekerjakan karyawan lebih dari 1 orang dengan upah di atas 1 juta agar wajib untuk didaftarkan sebagai peserta BPJS Jamsostek.

Sumber: https://www.radarsorongnews.com/2020/03/14/kpu-kaimana-gabung-bp-jamsostek/

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY