SEMARAK.NEWS,AMBON- JIKA KAU MENGHAMBA PADA KETAKUTAN KAU HANYA AKAN MEMPERPANJANG BARISAN PERBUDAKAN

Kumpulan solidaritas Mahasiswa Universitas Pattimura, Pada hari Selasa tanggal 24 September 2019 mengosongkan ruang belajar dan bersama-sama turun aksi kejalan untuk menyuarakan kebijakan nasional yang tidak sesuai dengan koridor  hukum dan perkembangan dinamika sosial masyarakat Indonesia.

Seluruh civitas akademika, organisasi, LSM dan pemerhati pendidikan turun ke Halaman depan Universitas Pattimura bersama-sama dibawah satu bendera untuk menolak TACKLING KERAS, PENCEDERAAN, PEMERKOSAAN SECARA BLAK-BLAKAN DEMOKRASI DI TANAH PARA RAJA-RAJA INDONESIA

 

Revisi U.U No. 30 Tahun 2002 tentang KPK adalah salah satu bentuk pelemahan, pematahan dan penindasan terhadap demokrasi yang semakin terluka. banyak kritik, penolakan sekaligus kekhawatiran yang disampaikan berbagai pihak. Hal itu lantaran sejak awal proses revisi terkesan dilakukan diam-diam, cepat dan pasal-pasal hasil revisi bermasalah serta dinilai berisiko melemahkan KPK. Dengan revisi ini tentunya membuat para koruptor semakin lihai dan mudah untuk mengelak dari alasan pemeriksaan dan penindakan. Koruptor layak mendapatkan hak-hak sebagai tersangka ? Hak atas tanah? Rumah? Mendapatkan Pekerjaan? Mencuri Uang rakyat? Kursi megah di Senayan?

Ah sudahlah SIAPA YANG LEBIH PENGECUT MENGAMBIL DAN MENCURI DIRUMAHNYA SENDIRI? ATAU MENARI MEGAH DI ISTANA DAN MOBIL MEWAH SEDANGKAN SAUDARANYA HARUS MELIHAT TANAH NYA DIKERUK OLEH KEKUASAAN ASING DAN INVESTASI TANPA DAYA APA-APA.

 

 

 

 

INVESTASI ??

Revisi U.U KPK dinilai akan mempercepat laju investasi membangun ekonomi dan meninggalkan pembangunan akhlak yang tak kunjung mumpuni. Kita di pertontonkan bagaimana ambisi membunuh nurani.

Sebuah Kata Yang Pantas (Mengutip Gusmus)

YANG KAYA SEMAKIN KEKURANGAN

YANG MISKIN SEMAKIN KECURANGAN

YANG DIATAS BOLEH DIJILAT HINGGA MABUK

YANG DIBAWAH BOLEH DI INJAK HINGGA REMUK”

 

 

 

Tidak berhenti di situ saja, Pencederaan demokrasi yang mengakibatkan ibu pertiwi dijuluki sebagai wanita yang tak BERKABE saja karena terus melahirkan pahlawan-pahlawan dan bajingan-bajingan bangsa.

Dalam aksi yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa Universitas Pattimura Ambon tersebut mereka menuntut juga beberapa tuntutan  diantaranya :

  1. Penolakan terhadap RUU KUHP 219 dan 241 Tentang pembungkaman suara, dilarang kritik (mencaci dan memaki) Siapapun yang berkuasa. Tertawalah selagi tertawa itu belum dilarang

 

Jika usul ditolak tanpa ditimbang

Kritik dilarang

Berdiskusi dan berpendapat dituduh subversif

Maka hanya ada satu kata, (Silahkan pembaca yang budiman di comment)

 

  1. Penolakan terhadap RUU PERTANAHAN Pasal 91 Pemerintah melalui aparat berhak memidanakan orang yang secara sadar melawan terhadap perampasan.

Menebang Pohon-Pohon

Dan lebih suka menggantinya dengan beton

  1. Penolakan terhadap RUU Minerba – Walaupum baru rancangan

Kita patut ucapkan selamat menjadi kuli tambang bagi para pemimpin negeri.Selamat melakukan Eksploitasi dan gunduli hutan sendiri. Jangan lupa kalau udah kebakaran , jangan lupa sembunyi diluar negeri (silahkan lur colek pimpinan mu, comment disini)

  1. MENUNTUT PENGESAHAN RUU PKS,

  1. MENUNTUT PEMBEBASAN AKTIVIS HAM yang di tangkap tanpa syarat

 

Ucapan terimakasih disampaikan oleh Kawan Nur dan kawan Ilen dalam sms singkatnya kepada pewarta yang sudah meliput “Terimakasih Kalian yang sudah turun hari ini, Maaf jalanan menjadi macet dan kalian tidak bisa ke mall dan shoping ala-ala milenial apatis”

(-UJG-)

 

LEAVE A REPLY