Banggai Kepulauan, Semarak.News – Jelang pelaksanaan Pilkada Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah 9 Desember 2020 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) pencocokan dan penelitian data pemilih kepada perwakilan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Sekretariar PPK se-Kabupaten  Banggai Kepulauan di Aula Kantor KPU, Salakan, Sabtu 11 Juli 2020.

Bimtek yang dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Banggai Kepulauan, Tamin itu juga berkaitan dengan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih.

Bimtek pun dilaksanakan dalam upaya persiapan pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilaksanakan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) per tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus 2020.

Kegiatan coklit akan dilaksanakan oleh 277 PPDP di seluruh wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan yang tersebar di 141 desa dan 3 kelurahan.

Ketua KPU Kabupaten Banggai Kepulauan menuturkan dalam pelaksanaan coklit itu pentingnya menerapkan prosedur keamanan Covid-19 selama menjalankan tugasnya di lapangan.

“Meskipun dalam kondisi Pandemi Covid-19, diharapkan pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak dapat berjalan lancar dengan menyesuaikan protokol kesehatantan pencegahan Covid-19” kata  Tamin dalam sambutannya.

Ia pun mengingatkan kepada PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di tiap jajaran.

Tamin juga berharap dengan adanya pelibatan pihak-pihak terkait, seperti pihak kecamatan, kepala desa, RT, RW dan jajaran pengawas pemilihan, data pemilih bisa lebih akurat.

Sementara itu Komisioner Bawaslu, Indra pada saat bimbingan teknis menyampaikan, untuk menunjang validitas data pemilih, pelaksanaan pencocokan dan penelitian harus dilaksanakan dengan sungguh sungguh.

Kegiatan Bimtek KPU Kab. Bangkep Sumber: Istimewa
Kegiatan Bimtek KPU Kab. Bangkep

PPK harus selalu memonitor kegiatan dari PPDP selama 36 hari mulai 15 Juli s.d 13 Agustus 2020 nanti.

“Yang harus diperhatikan adalah validnya data pemilih, jangan sampai nanti terdapat banyak temuan masalah dalam data pemilih,” katanya.

Dikatakan Indra, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang tentunya harus ditunjang oleh validitas data pemilih, yang salah satu upayanya adalah penyelenggaraan kegiatan coklit.

Menurutnya, PPDP ini direkrut dengan sangat selektif, dan mereka nantinya harus siap di rumah-rumah warga calon pemilih, siap menerima prosedur, dan hasilnya harus dimonitor oleh PPS dan PPK selain diketahui oleh KPU. (rkn)

LEAVE A REPLY