Padang, Semarak.news – Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Indonesia menggelar acara Seminar Pemilu Serentak 2019: Sebuah Evaluasi dan Rekomendasi yang dilaksanakan di Universitas Andalas pada Jum’at, 8 November 2019. Acara tersebut mengundang Anggota Bawaslu Sumbar, Anli dan Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Unand, Feri Amsari sebagai pembicara.

“Seminar ini bertujuan agar pelaksanaan pemilu serentak 2019 yg merupakan pemilu serentak pertama kali dilaksanakan di indonesia dan kemudian masih banyak menjadi catatan penting yang ditinggalkan pascanya, maka sangat perlu dilakukan evaluasi agar ada perbaikan kedepan dalam pelaksanakan pemilu di indonesia,” Ujar Febri.

Ketua Umum Himapol Indonesia, Febri Rahmat, menjelaskan bahwa pemilu serentak kemarin masih memiliki beberapa kelemahan dalam pelaksanaannya. Seperti bingungnya masyarakat karena harus mencoblos surat suara yang terlalu banyak, banyaknya petugas pemungutan suara yang meninggal dunia, serta masih kurangnya sosialisasi dan edukasi kepada pemilih pemula.

Khusus untuk masalah pelaksanaan pemilihan presiden dan anggota legislatif yang dilaksanakan secara serentak, pihaknya menjelaskan bahwa hal tersebut menjadikan masyarakat harus membagi fokus antara memilih presiden dan anggota legislatif baik tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten. Fokus masyarakat kemarin hanya tertuju pada pilpres, sehingga untuk pemilihan anggota DPR dan DPRD kurang mendapat perhatian masyarakat.

“Oleh karena itu kami merekomendasikan adanya pemisahan pemilihan untuk legislatif dan eksekutif, baik untuk tingkat daerah maupun pusat agar tidak membagi fokus masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pusako Unand, Feri Amsari, mengatakan bahwa sistem pemilu serentak pada dasarnya merupakan sistem yang baik. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari maraknya transaksi politik saat pemilu. Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah masyarakat belum siap untuk melakukan pengawasan pada calon yang begitu banyak.

“Kedepannya harus diciptakan sistem pemilu harus ajeg, yang tidak dirubah sewaktu-waktu. Sehingga penyelenggara pemilu paham akan tugasnya, selain itu peserta pemilu juga paham aturan mainnya,” ujar Feri. [DZ]

LEAVE A REPLY