Pekanbaru, Semarak.news – Banjir melanda Kota Pekanbaru setelah beberapa hari terakhir ini sering diguyur hujan. Banyak rumah warga yang terkena genangan air, begitu juga dengan beberapa titik jalan raya di Kota Pekanbaru digenangi air hujan.

Banjir menyebabkan jalan macet total sehingga tidak bisa dilewati karena ketinggian air yang dikhawatirkan membenamkan kendaraan. Jalan menjadi padat karena banyak kendaraan yang mesti putar arah mencari jalan alternatif untuk ditempuh agar bisa sampai ke tujuan.

Amri Taufiq selaku Ketua PMII Kota Pekanbaru, menyayangkan kejadian ini. Dimana banyak genangan-genangan air yang memasuki rumah warga dan mengalir langsung kejalan raya, sehingga menyebabkan arus kendaraan mengalami kemacetan.

Amri menilai Pemko Pekanbaru belum serius dalam melakukan penanganan banjir di Kota Pekanbaru. Penampungan air seperti gorong-gorong dan got masih sangat minim, belum lagi sampah berserakan dan bertumpuk dimana-mana.

“Kami sangat menyayangkan kebijakan pihak pemko dalam penanganan sampah ini, sebab penanganan sampah yang carut marut menyebabkan banyak tumpukan-tumpukan air yang menggenangi Kota Pekanbaru, hal ini yang menjadi keresahan masyarakat”, tuturnya. “Alokasi dana yang ditetapkan untuk pengelolaan dan pengangkutan sampah ini sekitar 177 M, itu pun tidak membuat kinerja pemerintah membaik dalam penanganan sampah ini, yang efeknya langsung dirasakan oleh masyarakat”, ujarnya menambahkan.

Dari awal Amri sudah menduga bahwa ada permainan monopoli dalam proyek pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru. Hal tersebut terjadi antara pihak pemko dan juga rekanan atau pihak swasta yang dipekerjakan.

Anggaran yang begitu besar tidak membuat penanganan sampah semakin membaik, malah justru sebaliknya semakin memburuk. Pada tahun-tahun sebelumnya Kota Pekanbaru masih sering dianugerahi Piala Adipura, kota terbersih.

Beberapa tahun terakhir Kota Pekanbaru tidak pernah mendapatkan Penghargaan Kota terbersih lagi.

Amri mengatakan, PMII akan komit mengawal perkembangan penanganan sampah ini, jangan ada kong kalikong disana yang merugikan masyarakat. Jangan hanya karena kepentingan elit masyarakat jadi tumbal.

Sampah merupakan sumber masalah dan sumber ke resahan masyarakat. “Kedepannya, masyarakat tidak ingin merasakan banjir ketika diguyur hujan, dan juga ingin melihat Kota Pekanbaru Metropolitan City yang indah dan madani, serta bersih dari tikus-tikus got dan tikus-tikus Kantor”, ujar Amri. (FA)

LEAVE A REPLY