Semarak.News- Buka bersama adalah salah satu momen yang paling ditunggu oleh setiap muslim yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Karena di momen itulah silaturahim dibangun kembali sebagai wujud menjaga persaudaraan ummat Islam.

Hal ini juga menjadi hal yang penting bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang mengajak segenap anggota AMM yang ada di Malang (19/5)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy disela-sela kesibukannya berkesempatan hadir untuk berbuka puasa bersama dengan Angkatan Mudah Muhammadiyah di Warung Panjava, Malang.

Seusai menghadiri kegiatan Kajian Ramadhan PW Muhammadiyah Jawa Timur Mendikbud langsung berangkat menuju Warung Panjava untuk menghadiri buka bersama yang diselenggarakan langsung oleh mendikbud.

Kegiatan buka bersama ini dihadiri oleh beberapa elemen AMM yang baik dari pusat maupun wilayah di Jawa Timur. Diantaranya ada Kabid Hikmah PP Muhammadiyah, Ali Muthohirin, Kabid Hubla DPP IMM, Abdul Musyawir Yahya, Sekjen DPD IMM Jawa Timur, Nur Alim dan para ketua umum IMM Cabang dan Komisariat IMM se-Malang Raya.

Dalam sambutannya, ada tiga poin penting yang disampaikan oleh Muhadjir Effendy dalam menunaikan rutinitas di bulan Ramadhan. Pertama Muhadjir menyampaikan bahwa bulan Ramadhan ini harus menjadi bulan untuk rekonsiliasi, apalagi dengan momentum pilpres yang belum usai. Khusus angkatan muda Muhammadiyah, belajar untuk menjadi berbeda dengan orang lain adalah sebuah keharusan.

Menurutnya, Muhammadiyah hari ini masih belajar untuk menerima perbedaan, khususnya perbedaan pilihan politik. Kata Muhadjir yang juga pernah menjadi Rektor UMM selama tiga periode.

Kedua, Muhadjir berpesan bahwa di tengah kondisi saat ini, kita perlu membangun sebuah paradigma berbangsa yang berkemajuan sesuai dengan cita-cita yang diusung oleh Muhammadiyah. Sehingga sudah kewajiban bagi kader-kader muda Muhammadiyah untuk memajukan bangsa Indonesia. Tegasnya.
Ketiga, Muhadjir juga meminta kepada seluruh kader-kader Muhammadiyah yang hadir untuk menjaga persaudaraan sesama bangsa dan negara. Dia mengharapkan kader Muhammadiyah untuk tidak usah terlalu memperdebatkan perbedaan, tugas kita sebagai bangsa hanya satu. Yaitu menjadi bangsa yang solid dan menghargai setiap perbedaan. Pungkasnya. (GKP)

LEAVE A REPLY