Pernyataan Natalius Pigai Terkait Ambiguitas Jokowi Adalah Hoax

Natalius Pigai “memakai bahan” yang sudah diklarifikasi sendiri oleh yang membuat pernyataan. Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan menyebut sikap AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sudah dikonsultasikan dengan Indonesia. Komunikasi itu dilakukan sebelum klaim ini diumumkan Presiden AS Donald Trump. “Kami telah berkonsultasi dengan para teman, mitra, dan sekutu kami, termasuk Indonesia, sebelum Presiden Trump mengeluarkan keputusannya,” kata Donovan dalam pernyataan yang diunggah di situs Kedubes AS, Kamis (7/12/2017).” (salinan selengkapnya di bagian REFERENSI).

“Saya juga di sini mengklarifikasi kesalahpahaman pernyataan dalam bahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia dalam situs kami,” ujar Donovan setelah bertemu Menlu Retno di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (7/12/2017).

Dalam rilis yang diunggah di situs Kedubes AS, Donovan mengatakan sikap AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sudah dikonsultasikan dengan Indonesia. Komunikasi itu dilakukan sebelum klaim ini diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Namun pernyataan ini diralat karena tidak tepat. Donovan kemudian membacakan ulang pernyataan resminya di depan wartawan, yang juga diunggah kembali di situs Kedubes AS, yakni:

“Ketika Presiden Donald Trump kemarin mengumumkan bahwa Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan kota pemerintahannya, Presiden Trump juga menegaskan kembali secara publik bahwa Amerika Serikat mendukung status quo tempat suci Bukit Kuil atau Haram al-Sharif. Seperti yang diungkapkan oleh Presiden Trump dalam pengumumannya, ‘Yerusalem kini, dan harus terus menjadi, tempat dimana warga Yahudi berdoa di Tembok Barat, umat Kristiani melintasi Jalan Salib, dan umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa.’

Presiden menekankan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mencapai kesepakatan damai yang langgeng antara rakyat Palestina dan Israel. Termasuk mendukung solusi dua negara, bila disetujui oleh kedua belah pihak.”

“Ini adalah pernyataan bahasa Inggris yang saya keluarkan awalnya hari ini, dan saya sesalkan terjemahannya dalam bahasa Indonesia tidak akurat,” ujar Donovan.

Persoalan rilis Kedubes AS ini juga dibahas dalam pertemuan Donovan dengan Menlu Retno. Retno menyebut rilis Kedubes AS tidak sesuai dengan situasi sebenarnya.

“Dubes menyampaikan ada kesalahan penerjemahan bahwa versi Indonesia tidak benar,” kata Retno.

“Saya mohon missed spekulasi dan interpretasi terhadap proses yang sudah dijalankan pemerintah Indonesia yang sejak awal sampaikan posisi jelas,” sambung Retno.

Oleh : Eriska Rahmadani (Pegiat Media Massa)

TINGGALKAN BALASAN