Jakarta, Semarak.news – Gelaran Helateater Salihara 2019 kembali berlanjut, setelah pementasan pembuka oleh Forum Aktor Yogyakarta sukses membuka gelaran ini, akhir pekan lalu Teater Gedor mementaskan Geliat Nafsu di Ladang Tebu di Teater Salihara sebagai pengisi kedua dengan tampilan yang tak kalah memukau.

Geliat Nafsu di Ladang Tebu menceritakan petani bernama Sugram Sutar dan keluarganya yang tinggal di kondisi lingkungan yang telah rusak. Tidak ada lagi lahan pertanian yang permai dan menjanjikan harapan untuk mereka. Sementara itu mereka juga tengah menghadapi konflik asmara dan perebutan tanah warisan.

Pementasan ini memainkan naskah hasil adaptasi dari Nafsu di Bawah Pohon Elm terjemahan Toto Sudarto Bachtiar dari naskah asli berjudul Desire Under the Elms karya Eugene O’Neill. Teater Gedor mengadaptasi naskah tersebut dengan mengubah latar cerita menjadi lahan yang penuh limbah plastik.

Tidak hanya tumpukan kantong plastik yang disusun membentuk tempat tinggal keluarga Sutar namun hingga pakaian dan perabot rumah tangga pun semuanya terbuat dari plastik.

Sumber: Komunitas Salihara

Pementasan dengan durasi kurang lebih dua jam tersebut menampilkan intrik-intrik yang terjadi antar tiga orang putra Sutar yang kesemuanya sudah tidak tahan lagi dengan ayahnya. Setelah pergi tanpa kejelasan, drama pun berlanjut setelah tiba-tiba Sutar kembali ke rumah bersama istri barunya yang ternyata pun hanya ingin mendapatkan ladang tebu darinya.

Sumber: Komunitas Salihara

Didukung dengan set artistik yang ciamik dan performa aktor serta aktris yang apik, Teater Gedor sukses menjadi penampil kedua dalam Helateater Salihara 2019. Selanjutnya giliran Padepokan Seni Madura yang akan menjadi penampil selanjutnya dalam pementasan Pagi Bening pada 6 dan 7 April 2019 . Untuk informasi lengkapnya sila kunjungi laman www.salihara.org. [DK]

LEAVE A REPLY