Jakarta, Semarak.news- Facebook telah menghapus empat akun grup pemberontak yang berperang melawan militer Myanmar dari jejaring sosialnya.

Hal ini dinyatakan Facebook sebagai bentuk pencegahan terhadap bahaya offline dengan cara menghapus akun kelompok-kelompok yang mereka cap sebagai ‘organisasi berbahaya’. Mereka adalah Tentara Arakan, Tentara Aliansi Demokrasi Nasional Myanmar, Tentara Kemerdekaan Kachin, dan Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang.

“Dalam upaya untuk mencegah dan menghancurkan bahaya offline, kami tidak mengizinkan organisasi atau individu yang menyatakan misi kekerasan atau ikut berperan dalam melakukan kekerasan untuk memiliki akun di Facebook,” dikutip dari pernyataan Facebook hari ini.

Kelompok yang menjadi target Facebook terbatas pada kelompok pemberontak etnis atau minoritas yang telah berperang melawan pemerintahan Myanmar sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1948 dan empat grup yang dinyatakan Facebook itu belum menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan pemerintah. Mereka juga merupakan kelompok yang sering bersitegang dengan militer Myanmar beberapa tahun terakhir.

Salah satunya adalah Tentara Kemerdekaan Kachin yang merupakan kelompok terkuat diantara pemberontak lainnya di daerah utara.

Ia pun mempertanyakan sikap Facebook yang lebih berpihak kepada pemerintah dari pada kepada kelompok minoritas. (RA)

LEAVE A REPLY