Jakarta.Semarak.News – Julian Assange, pendiri WikiLeaks didakwa Kementerian Kehakiman Amerika Serikat. Dakwaan tersebut berupa 17 tuntutan baru karena mempublikasikan dokumen militer dan diplomatik rahasia pada tahun 2010 yang terkait dengan spionase.

Pada Kamis (23/5) lewat surat tuntutan, atas dasar tudingan pendiri WikiLeaks memerintahkan seorang analis intelijen, Chealsea Manning untuk mencuri dokumen rahasia milik AS, maka Kementerian Kehakiman mengajukan tuntutan baru.

Selain itu, tuntutan tersebut juga didasari pada tuduhan Assange yang merilis sumber – sumber rahasia ke pihak i pihak di Timur Tengah dan China yang disebutkan dalam dokumen curian tersebut.

Assange akan menghadapi 18 dakwaan di pengadilan dengan 17 tuntutan baru ini. Sebelumnya Assange mengklam ia hanya seorang jurnalis yang menerima bocoran informasi dari Manning.

Mengindikasikan semua tuntutan ini bahwa Assange untuk mencuri ratusan ribu data rahasia, Assange secara aktif berkonspirasi dengan Manning. Alasan Assange melakukan hal tersebut adalah takin bahwa informasi tersebut dapat digunakan untuk mencederai AS dan menguntungklan negara lain.

Salah satu dari dakwaan tersebut menuding bahwa Asseange tidak mengacuhkan peringatan Kementerian Luar Negeri AS pada tahun 2020 untuk mebeberkan sumber rahasianya di dalam lingkaran militer AS di Afghanistan, Suriah, Irak, dan China.

Di kutip dalam AFP, Kementerian Kehakiman menyatakan, “Tindakan Assange berisiko serius terhadap keamanan nasional AS dan menguntungkan lawan kami, juga membuat sumber-sumber manusia yang ada di dalam dokumen itu dalam risiko fisik dan atau penahanan arbitrase,”

Pada 2010 Assange telah menjadi perhatian Internasional ketika WikiLeaks merilis dokumen rahasia mengenai keterlibatan As dalam perang di Irak dan Afghanistan.

Kem ungkinan kejahatan perang, penyiksaan, dan operasi militer rahasia, juga diskusi serta analisis terkait diplomasi AS adalah data yang berhasil di ungkap dalam bentuk dokumen, video, dan transkrip percakapan.

Assange sempat kabur dan mendapatkan suaka dari Ekuador.

Pada 11 April lalu, Assange akhirnya ditangkap setelah pihak kedutaan menyerahkan dirinya kepada aparat Inggris.  Assange selama Tujuh tahun berlindung di Kedutaan Besar Ekuador di London. (LIA)

LEAVE A REPLY