Pemusnahan Makanan Berformalin di Palembang

Palembang, Semarak.News – BPOM Palembang melakukan pemusnahan barang bukti hasil sitaan tahu putih dan mie basah di Balai BPOM Palembang, Jumat (16/3).

Sebelumnya, dengan menggunakan test kit formalin, dilakukan uji pendahuluan terhadap tahu dan mie basah tersebut dan hasilnya positif mengandung formalin. Selanjutnya dilakukan pengujian kembali  di laboratorium BBPOM di Palembang.

Barang bukti ini berasal dari 2 (dua) produsen tahu dan mie basah di Jl. Putri Rambut Selako Palembang yakni Usaha Tahu dan Mi Basah Bn dan Usaha Tahu Bt. Menurut informasi kedua pelaku usaha tersebut, rata-rata produksi per hari 800 kg mi basah dan 2000 butir tahu per hari yang dijual di Pasar Jakabaring hingga ke beberapa Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan.

Dari Usaha Tahu dan Mi Basah Bn ditemukan barang bukti 105 ember tahu dengan total 10.500 butir tahu, 61 karung mi basah dengan total 2.400 kg, jerigen ukuran 10 liter berisi sisa cairan formalin, dan jerigen ukuran 30 liter berisi cairan kimia diduga formalin. Barang bukti ini bernilai ekonomi sekitar Rp 17.030.000,-.

Dari Usaha Tahu Bt ditemukan barang bukti 84 ember tahu dengan total 8.400 butir tahu dan 3 jerigen berisi cairan diduga formalin dengan nilai ekonomi sekitar Rp 6.600.000,-.

Kepala BPOM Palembang Dra. Dewi Prawitasari, Apt., M.Kes mengatakan sebelumnya telah dilaksanakan sosialisasi namun masih ditemukan produsen yang menggunakan formalin.

BPOM akan bekerjasama dengan Pemkot Palembang, Dinas Kesehatan Kota Palembang untuk melakukan sosialisasi kembali terhadap pelaku usaha tentang bahaya formalin dan ancaman pidana apabila melanggar.

Pelaku usaha tersebut terancam pasal 136 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan pidana paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 10 milyar.

TINGGALKAN BALASAN