Pemuda GMIT Alor dan Ende Gelar Seminar Sehari

Pemuda GMIT Alor dan Ende Gelar Seminar Sehari

0
27

Ende, Semarak.News | Pemuda tiga gereja se Klasis Teluk Kabola (Syalom Sawah Lama, Icthus Puildon dan Betlehem Lipa) yang sementara melakukan kegiatan Temu Akrab dan Wisata Rohani di Kabupaten Ende, menggelar seminar sehari. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama pemuda Jemaat Syalom Ende di Kabupaten Ende 08/06/2019.

Seminar sehari ini berlangsung sejak Pukul 09.00 WITA, yang dibuka oleh perwakilan dari PLT Bupati Ende, dalam hal ini Kabag Hukum Setda Ende. Kegiatan ini mengusung tema Pancasila Sebagai Rumah Bersama dengan tujuan untuk meningkatkan semangat Pancasila bagi semua pemuda.

Disaksikan wartawan, seminar ini menghadirkan narasumber penting diantaranya Kepala Kesbangpol NTT yang menyampaikan materi tentang implementasi pengembangan nilai-nilai Pancasila.

Kabag Ops Polres Ende menyampaikan materi tentang penguatan nilai-nilai Pancasila dalam menangkal isu-isu ekstremisme dan radikalisme.

Ketua Pemuda Sinode GMIT menyampaikan materi tentang peran pemuda dalam menjaga Pancasila sebagai rumah bersama.

Semua proses kelangsungan seminar ini dipandu oleh salah seorang pemuda yang cukup handal yakni Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Alor, Mando Kolimon, S.Pd. sebagai moderator.

Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini ialah semua pemuda klasis teluk kabola dalam hal ini 3 gereja yang hadir di Ende, semua pemuda dan jemaat syalom Ende serta perwakilam Mhasiswa dari beberapa kampus yang ada di Kabupaten Ende.

Dalam sesi diskusi banyak peserta yang mengajukan pertanyaan kepada ketiga narasumber, terlihat dengan jelas semangat partisipasi peserta dalam mendiskusikan pancasila sebagai rumah bersama.

Salah satu pemuda yang juga adalah peserta dari kegiatan ini bung Yosep Lamek Maniyeni, S.Pd yang ketika diwawancarai menyampaikan apresiasinya kepada teman2 panitia yang sudah menghadirkan kegiatan ini, bahwa sebagai pemuda kita semua punya tanggung jawab bersama untuk menjaga nilai-nilai luhur pancasila.

“Saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada panitia yang sudah menghadirkan kegiatan ini, bahwa kita semua sebagai pemuda memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga nilai-nilai luhur pancasila”

Yosep juga berharap kedepan nilai-nilai pancasila bisa tertanam dalam hati semua pemuda sebagai semangat juang untuk terus bertahan dalam era globalisasi.

Diakhir dari seminar ini, moderator bung Mando Kolimon menyimpulkan bawa:
1. Pancasila lahir dan bertumbuh di NTT
2. NTT harus mampu menjadi benteng pertahanan Pancasila dalam menjaga keseimbangan NKRI ketika ada gerakan-gerakan yang memecah belah bangsa.
3. Untuk itu maka kita semua sudah harus memulai dari diri kita sendiri, memulai dengan saling menghargai, saling bertoleransi antar umat beragama, tolong menolong, gotong royong, kita harus mampu membentengi diri dengan pancasila dan budaya lokal kita, pemuda harus mampu berinovasi, pemuda harus mandiri secara filosofis dan finansial, pemuda harus berpartisipasi punuh dalam pemilu untuk memastikan orang yang benar dan mampu memperjuangkan aspirasi kita, pemuda harus punya integritas diri, pemuda harus memulai dan jangan jadi penonton, dan apabila kita mau perubahan itu terjadi maka kita harus masuk dan bergelut bersama perubahan itu sendiri. *(MK)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY