Pembuktian Peserta Didik Kelas Akting Salihara dalam Pentas “Sketsa yang Hilang dan Tersisa” dan “Rendezvous Empat Kisah Cinta”

Pementasan Kelas Akting Salihara (sumber: Komunitas Salihara)

Jakarta, Semarak.News – Komunitas Salihara telah mengadakan program untuk publik yang dihelat sejak tahun 2015. Program ini berbentuk kelas dengan tajuk Kelas Akting Salihara. Kelas bertujuan untuk mengenalkan prinsip keaktoran berdasarkan Sistem Stanislavski, sebuah metode penting untuk seni peran di jalan realisme. Selain yang menekuni bidang teater, kelas ini bisa diikuti oleh peserta dari berbagai profesi.

Terdapat 2 kelas pada program ini, yaitu Kelas 1 dan Kelas 2. Kedua kelas dibuka tiap tahunnya. Kelas 1 diperuntukkan peserta baru dan Kelas 2 untuk peserta yang telah berpartisipasi pada tahun sebelumnya. Setelah mengikuti program sejak pekan kedua Januari 2018 lalu, peserta Kelas Akting Salihara kemarin menampilkan dua pementasan.

Pada Sabtu malam (07/04/2018), Kelas 1 mementaskan Sketsa yang Hilang dan Tersisa karya Rukman Rosadi. Karya ini bagaikan sebuah potret dari rangkaian hidup yang mengabadikan momen dalam komposisi fotografis. Pementasan ini terbukti mendapat antusias yang tinggi dari para penikmat seni, hal ini ditunjukkan bagaimana tiket yang disediakan telah ludes sejak beberapa hari sebelum pementasan.

Malam selanjutnya, Minggu (08/04/2018) , Kelas 2 mementaskan Rendezvous Empat Kisah Cinta yang berupa rangkaian fragmen berdasarkan empat naskah bertema cinta dari empat pengarang berbeda. Naskah tersebut terdiri dari Perangkap karya Eugene O’neill, Tempat istirahat karya David Campton, Perkawinan Perak karya John Boudin, Sahabat Terbaik karya James Saunders.

Dua pementasan ini disutradarai oleh Rukman Rosadi, pembimbing Kelas Akting Salihara. Ia mengolah dua pertunjukan ini berdasarkan komponen keaktoran seturut metode Stanislavski yang merupakan materi Kelas Akting Salihara.

Penunjukkan Rukman Rosadi menjadi sutradara merupakan pilihan yang tepat. Dengan segudang pengalamannya sebagai pengajar, aktor teater dan sutradara Saturday Acting Club (Yogyakarta), menyutradarai lakon The Art of Improvisation (2016) dan Hedda Gabler (2017), serta membintangi layar lebar Istirahatlah Kata-Kata (2016) dan Ziarah (2017) membuat pementasan kedua Kelas Akting Salihara sukses. [DK]

Berikut ini adalah dokumentasi pementasan Kelas Akting Salihara:

“Rendezvous Empat Kisah Cinta” (sumber: Komunitas Salihara)
“Sketsa yang Hilang dan Tersisa” (sumber: Komunitas Salihara)
“Sketsa yang Hilang dan Tersisa” (sumber: Komunitas Salihara)
“Rendezvous Empat Kisah Cinta” (sumber: Komunitas Salihara)

 

TINGGALKAN BALASAN