Jakarta, Semarak.News | Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mencatat pemanasan global yang terjadi saat ini mengakibatkan suhu mengalami peningkatan 1,5-2 derajat celcius pada tahun 2030 mendatang. Peningkatan suhu tersebut cukup signifikan dibandingkan tingkat pra-industrial maupun emisi gas rumah kaca.

Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kenaikan suhu tersebut, kegiatan yang dilakukan oleh manusia menjadi salah satu faktor penyebab kenaikan suhu yang signifikan. Penggunaan bahan bakar yang berlebihan serta penggunaan peralatan rumah tangga seperti AC yang mempengaruhi lapisan ozon.

Peneliti dari Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) dan Thamrin School of Climate Change and Sustainability menyatakan peningkatan suhu yang signifikan dapat menyebabkan timbulnya berbagai permasalahan. Ekosistem dan keanekaragaman hayati akan ikut terancam karena pemanasan global yang terjadi. Hal ini juga mempengaruhi aspek lain seperti kesehatan,ketahanan pangan,dan pertumbuhan ekonomi.

Disisi lain, krisis air akan terus bertambah seiring dengan peningkatan suhu akibat pemanasan global. Hal ini akan berdampak terhadap masyarakat yang bertempat tinggal di daerah yang sebelumnya memiliki masalah kekurangan air.

Ketua Dewan Pengurus Indonesian Institute for Energy Economics (IIEE) Asclepias Rachmi Indriyanto menilai pemerintah harus berupaya untuk menangani hal ini. Banyak masyarakat yang mengalami permasalahan akibat kenaikan suhu yang signifikan. Krisis air,pangan,dan ekonomi terjadi dimana-mana, pemerintah tidak boleh mengabaikan permasalahan yang sedang terjadi saat ini.

Rachmi juga berpendapat bahwa pemerintah harus memberi kebijakan yang tepat untuk menangani permasalahan ini. Pemanasan global akan menjadi lebih cepat apabila pemerintah mengabaikan permasalahan ini. Pemerintah harus memperjelas kesepakatan dengan paris terkait menurunkan emisi nasional di Nationally Determined Contributions (NDC).

Peneliti Research Center for Climate Change Universitas Indonesia dan ekonom WRI Indonesia Sonny Mumbunan menilai pemerintah telah membuat kebijakan yang tepat untuk menghadapi permasalahan ini. Pemerintah sendiri berupaya mengurangi karbon melalui RPN ( Rencana Pembangunan Nasional ) serta mendorong integrasi dalam penyusunan RPJMN yang dilakukan Bappenas. (MSL)

LEAVE A REPLY