Pelayanan PT FLOBAMOR jelang Natal dan Tahun Baru 2019

Kupang, Semarak.News – Saat ini, PT Flobamor memiliki 3 buah kapal motor penumpang yaitu KMP Sirum, KMP Pulau Sabu dan KMP Ileboleng.

Trayek dan jadwal keberangkatan antara lain:

  1. KMP SIRUM (daya angkut 196 penumpang, dan 25 unit kendaraan) dengan rute KUPANG-ENDE-KUPANG: 3x seminggu ( Senin, Rabu, Jumat)
  2. KMP PULAU SABU (daya angkut 224 penumpang dan 22 unit kendaraan) dengan rute KALABAHI-TELUK GURITA (ATAMBUA)-PULAU WETER- PULAU KISAR :1x seminggu (Rabu)
  3. KMP ILE BOLENG (daya angkut 224 penumpang dan 25 unit kendaraan) dan terbagi menjadi 2 rute, yaitu:
  • KUPANG-ROTE-KUPANG: 3x seminggu
  • KUPANG-LEWOLEBA-KUPANG: 1x seminggu

Direktur Operasional PT Flobamor, Budhy S. Karsidin mengatakan “Kalau menjelang natal, pasti jumlah penumpang mengalami peningkatan. Bagaimana kita menghadapi hal tersebut? Ya, dengan mempertahankan kapal dapat beroperasi sesuai jadwal sampai akhir tahun 2018 nanti. PT Flobamor kan termasuk BUMD Provinsi NTT, kapal yang tersedia hanya itu jadi kita hanya bisa memaksimalkan kerja dan pelayanan 3 kapal itu.”

Berhubungan dengan persiapan menjelang natal, PT Flobamor juga tidak merencanakan adanya penambahan frekuensi pemberangkatan kapal. “Kita tidak ada penambahan frekuensi pemberangkatan kapal karena memang jadwal yang ada itu sudah padat dan PT Flobamor merupakan salah satu BUMD milik Provinsi NTT dan telah memiliki kontrak kerja yang tetap sebagai operator dari ASDP”, kata Budhy.

Budhy juga menjelaskan bahwa menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, tidak akan terjadi kenaikan harga tiket karena penentuan harga tiket berdasarkan sistem “TIKET TERPADU” oleh PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang selaku pengelola di Pelabuhan Bolok, Kupang dan juga telah ada peraturan yang mengikat di bawah pengawasan SYAH BANDAR PELABUHAN sehingga tidak akan ada perubahan harga tiket kecuali kebijakan dari ASDP .

Kendala yang sering dihadapi PT FLOBAMOR menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 adalah cuaca eksrem di wilayah NTT yang kadang membuat jadwal pemberangkatan menjadi terganggu. “Faktor keselamatan juga menjadi hal yang paling penting dalam transportasi laut pada waktu cuaca ekstrem. Sering kita menghadapi kondisi dimana permintaan lebih besar daripada kapasitas muat kapal. Sehingga banyak penumpang yang seharusnya berada pada lapisan penumpang jadi berpindah untuk mengisi lapisan kendaraan. Sementara peralatan keselamatan yang difasilitasi hanya sejumlah kapasitas muatan kapal. Hal tersebut kan membuat tingkat keselamtan para penumpang. Seharusnya Regulator menetapkan batas toleransi penumpang sebelum pemberangkatan kapal untuk kenyamanan, kemaanan dan keselamatan para penumpang juga,” tegas Budhy.

Mengantisipasi kejadian cuaca buruk, PT Flobamor selalu berkoordinasi dengan BMKG. Untuk perawatan guna meningkatkan kualitas kapal penyeberangannya, PT Flobamor melakukan DOCKING yang biasa dilakukan di awal tahun (Januari atau Februari) karena alasan iklim tidak menentu dan cenderung cuaca ekstrem yang menyebabkan tidak dapatnya beroperasi kapal motor penumpang tersebut. (ED)

TINGGALKAN BALASAN