PC PMII Kecewa Sikap DPRD Langkat

Langkat, Semarak.news – Komisi B DPRD Langkat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) denganPC PMII Langkat-Binjai beserta dinas pendidikan kabupaten langkat.di Ruang Rapat Komisi B, Gedung DPRD Langkat, Senin (17/09/2018).

Komisi DPRD Langkat mengundang PC PMII Langkat Secara Resmi di Komisi B perihal kelanjutan hasil aksi PMII pada 27 agustus 2018, disambut oleh Sekretaris komisi B bapak Kirana Sitepu dan anggota Komisi B Bapak Makmur Ginting. Turut hadir Sekretaris Dinas pendidikan beserta kabid SMP dinas pendidikan dan satu anggota dalam RDP Tersebut.

PMII Langkat menanyakan kepada anggota DPRD Tersebut mengenai Tugas pengawasan DPRD terhadap kasus OTT yang terjadi di Dinas pendidikan tepatnya di Kutambaru. Namun hal tersebut tak membuahkan hasil yang serius, sama halnya seperti aksi yang dilakukan pada 27 Agustus lalu yang disambut oleh Ketua Komisi B bapak Riska Purnawan.

Saat itu Riska Purnawan mengatakan bahwa beliau tidak bisa memberikan jawaban sepihak perihal pengawasan dprd terhadap kinerja Dinas pendidikan karena pada saat hari aksi tersebut beliau mewakili para anggota dewan yg tidak ada di kantor karena ada kunjungan kerja.

“Untuk hasil pembahasan hari ini setelah melakukan pembahasan di DPRD kami akan mengundang PMII kembali dalam RDP pada 17 September 2018 pukul 14.00 WIB.” ujar Riska Purnawan.

Mahasiswa PMII merasa kecewa pada pertemuan RDP tersebut ternyata hanya 2 anggota dewan yang menyambut, Kirana sitepu mengatakan “Kami hanya mendapat perintah menyambut PMII dalam RDP ini dan sebelumnya tidak ada kordinasi di komisi B perihal apa isi pembahasan di aksi PMII yang lalu.”

Mendengar pernyataan tersebut PC PMII Langkat-Binjai merasa tidak adanya keseriusan wakil rakyat dalam menanmpung Aspirasi serta bagaimana menyikapi kasus kasus OTT yang terjadi.

Sempat terjadi perdebatan yang keras dalam ruangan tersebut meluapkan rasa kecewa dari pc pmii langkat -binjai kepada KOMISI B, Terlontar kata-kata “Ini rumah kami jika kalian tidak senang rapat akan saya tutup dan silahkan kalian keluar” ungkap Kirana Sitepu dengan nada keras.

“Ini kenapa di videokan, jangan di video begitu” sambut suara dibalakang berasal dari salah seorang STAF di ruangan tersebut sambil seorang nya lagi yaitu STAF Ahli DPR brjalan berbisik kepada Bapak Kirana Sitepu.

Gusri Hanafi ketuaPC PMII Langkat Binjai angkat bicara akan hal tersebut bahwa tidak layak bapak sebagai wakil rakyat mengatakan hal itu padahal kehadiran kami disini resmi memenuhi undangan dari DPRD melanjutkan tuntutan hasil pembahasan Dari DPRD langkat atas aksi yang lalu bukan mengulang menerangkan dari awal lagi bertolakan begini.

“Baiklah silahkan bapak tutup rapat ini sesuai apa yang bapak katakan karna RDP ini tak menuai hasil yang baik.” ujar Gusri.

Usai terjadi perdebatan tersebut gusri hanafi mengintruksikan kepada Andi Arif Maulana selaku Sekretaris cabang PMII untuk membuat surat aksi kembali perihal sikap DPRD yang telah membola-bolai gerakan mahasiswa.

Sekretaris PMII tersebut membenarkan “Ya saya telah membuat surat langsung di ruangan rapat komisi B DPRD Langkat sesuai intruksi ketua cabang dan telah memasukan surat pembritahuan tersebut ke DPRD dan Polres Langkat.” imbuh Arif.

“Kami ini memang para aktivis yang sedang belajar di dunia pergerakan, tapi jangan kangkangi hak kami dalam menyampaikan aspirasi di rumah rakyat ini dengan kesombongan di hadapan kami, lucu rasanya ketika sedang melakukan Rapat Dengar Pendapat pembahasan tersebut dilarang divideokan ,bagaimna wakil rakyat kita ini untuk pembahasan saja kita tak bisa transfaransi apalagi kita ini sedang bersama membahas bagaimana membersihkan citra buruk dunia pendidikan Kab. Langkat kami sudah simpan rekaman video sikap DPRD dalam menyambut RDP itu.” kata Gusri saat ditemui media.

TINGGALKAN BALASAN