Pasangan Hasanuddin-Anton Menjadikan “Jabar Seubeuh ” Sebagai Program Unggulan

Bandung, Semarak.News – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Hasanuddin – Anton atau yang sering disebut Hasanah mengusung program Jabar Seubeuh (Jabar Kenyang) sebagai program utama pada Pemilihan Gubernur 2018 demi mensejahterakan kalangan petani demi membentuk sebuah ketahanan pangan diwilayah Jawa Barat. Pemilihan program ini dikarenakan masih banyak dan luasnya lahan pertanian yang terdapat di wilayah Jawa Barat. Dengan adanya program ini diharapkan dapat memaksimalkan lahan yang ada sebagai saranan menunjang program ketahanan pangan.

“Jawa Barat memiliki lahan pertanian yang luas yang memungkinkan bisa mensupplai bahkan mengekspor bahan pangan. Bahkan Jawa Barat disebut sebagai Lumbung Padi Nasional,” kata Hasanah.

Yang menjadi ancaman dalam program ini adalah maraknya alih fungsi lahan dari yang awalnya lahan pertanian menjadi lahan industri ataupun pembangunan yang lain yang dapat mengurangi jumlah lahan pertanian. Dampak dari ini adalah berkurangnya lahan pertanian yang berdampak langsung dan berbanding lurus dengan berkurangnya hasil panen, sehingga akan berdampak buruk terhadap ketahanan pangan.

“Belum lagi jumlah petani yang kian menyusut mengingat suramnya masa depan petani. Padahal keberadaan petani dan ketahanan pangan penting untuk ketahanan nasional,” tambahnya.

Inti dari program  Jabar Seubeuh adalah memberikan akses kepada para petani untuk mendapatkan bahan baku dan segala bentuk keperluan yang nantinya dapat mendukung dan memajukan dalam bidang pertanian. Salah satu langkah yang direncanakan adalah dengan memperbaiki irigasi sebagai salah satu kebutuhan yang penting dalam bidang pertanian. Disamping itu Hasanah juga merencanakan akan memberikan subsidi bibit, alat pertanian dan juga pupuk. Hal demikian dilakukan agar petani tidak mengalami kerugian dari hasil panen yang didapatkan.

Disamping itu Hasanah juga akan mempersiapakan program simpan pijam bagi petani melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bumdes dan kelompok tani.

“Agar petani kita bisa  sejajar dengan para tengkulak sehingga asa keadilan antara petani dan konsumen dengan memotong para spekulator,” imbuhnya.

Pelatihan bagi petani juga akan diterapkan sebagai langkah pengolahan terhadap hasil panen yang didapat, sehingga nantinya hasil panen yang telah diolah akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi yang berkualitas ekspor.

“Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan yang baik kepada petani dan nelayan yang berbasis ekspor,” tambahnya. [SKW]

TINGGALKAN BALASAN