Semarak.news – Kericuhan dan dugaan rasisme terhadap mahasiswa Papua yang terjadi di Malang dan Surabaya sangat disayangkan sekali. Peristiwa seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi di Indonesia, bangsa yang selalu mengedepankan keberagaman dan persatuan bangsa. 

Aksi provokasi semakin memantik bara api kebencian ketika berita bohong dan selebaran bernuansa adu domba beredar luas di media sosial, alhasil demonstrasi berujung kerusuhan pecah dan menjalar ke beberapa kota di Papua.

Dari segi hukum dan proses penindakan, pemerintah dan aparat keamanan sebenarnya sudah melakukan upaya pencegahan terhadap diskriminasi ras atau memerangi rasisme di negara namun masih ada celah konflik rasisme dari oknum-oknum yang kurang mampu menahan diri. Selain itu adanya aksi provokasi dari oknum tidak bertanggung jawab dengan menyebar konten bernuansa adu domba di media sosial semakin memanaskan permasalah di Papua.

Baik pemerintah, aparat keamanan, ormas, maupun masyarakat luas harus bersama-sama meningkatkan sikap menghormati antarsesama dan memerangi rasisme apapun bentuknya yang dapat memecah belah persatuan anak bangsa. 

Segala bentuk kecurigaan jangan sampai membuat orang bertindak anarkis, provokatif, dan rasis. Menahan diri dan mengedepankan pendekatan yang damai merupakan langkah tepat dalam mencegah segala macam permasalahan dan konflik agar tidak semakin memanas terlebih di era modern ini banyak oknum memanfaatkan media sosial dengan terus menggoreng isu-isu yang sedang berkembang.

Kita semua sebagai anak bangsa yang merindukan persatuan dan kesatuan bangsa harus bersatu dan menyatukan tekad untuk selalu memerangi rasisme serta diskriminasi terhadap siapapun termasuk masyarakat Papua. CRZ

LEAVE A REPLY