Oplos Beras, Gudang Beras Digerebek Polisi

Barang Bukti Beras Oplosan Diamankan Polisi (Sumber: detik.com)

Bandung, Semarak.news – Gudang Beras di Dusun Kedungsari, Desa Gintangan digerebek polisi. Gudang ini dicurigai telah digunakan sebagai tempat untuk mengoplos beras kualitas rendah dengan beras kualitas medium. Beras oplosan tersebut dijual dengan harga kualitas medium.

Polisi mengamankan pemilik gudang, Badirus Soleh (31) dan 5 orang pegawai gudang masing-masing berinisial MK, Pr, Hr, As, dan Da. Seluruhnya warga setempat. Keenam pelaku saat ini menjalani pemeriksaan di Polsek Rogojampi.

Kapolsek Rogojampi, Kompol Suharyono mengatakan, Soleh mengoplos beras kualitas rendah dengan beras kualitas medium. Beras tersebut dioplos dengan perbandingan mulai 3 banding 1, 7 banding 1, 7 banding 2 hingga 9 banding 2.

Beras dioplos dengan cara yang sederhana yakni dengan menggunakan sekop besar dan sekop khusus untuk beras yang berbahan stainless. Beras hasil oplosan kemudian dikemas dalam kemasan bermerek. Beberapa merek yang digunakan pelaku yaitu merek Raja Pisang, Bunga, Mata Kail, Pisang Mas, Putri Dewa, dan Bengawan.

Soleh telah menjalankan bisnis ini selama 6 bulan terakhir. Beras oplos kemasan tersebut dipasarkan ke sejumlah toko dan pasar tradisional.

“Hasil keuntungan dan omzet perbulan masih belum diketahui, karena pemilik gudang masih dalam pemeriksaan,” ucapnya.

Pemilik gudang diduga melanggar pasal 62 ayat (1) undang-undang nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 141 Undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan atau pasal 110, 106 Undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan atau pasal 383 KUHP. Polisi mengamankan barang bukti berupa 12,1 ton beras yang terdiri dari 10 ton beras hasil oplosan dan 2,1 ton beras jenis broken, sekop, timbangan elektrik, gerandong yang digunakan untuk menggiling beras. (AK)

TINGGALKAN BALASAN