NU Lampung Dilantik, Apa Kata Generasi Muda NU?

Bandar Lampung, Semarak.news – Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung KH. Moh. Mukri, M.Ag resmi dilantik oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr.KH. Said Aqil Siradj hari ini (03/05) di Hotel Marcopolo Bandar Lampung.

Pada masa Khidmat 2018-2023, Kepengurusan NU Lampung diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam kehidupan masyarakat di Lampung yang tidak terbatas pada warga Nahdliyin saja, melainkan juga ke seluruh masyarakat baik muslim dan non-muslim di semua bidang sosial-keagamaan.

“NU periode ini harus lebih berhikmad dan menyerahkan diri sepenuhnya untuk ummat. Kita ingin melihat peran NU yang lebih besar dalam menemani dan mengadvokasi berbagai persoalan sosial masyarakat. Tubuh dan jiwa NU untuk ummat itu sudah final!” ujar Een Riansah Koordinator Front Muda Nahdliyin.

Een juga menambahkan bahwa NU masih ditunggu gerakannya dalam menangkal radikalisme yang menjangkit di tengah-tengah kaum muda/generasi milenial, “NU harus mampu menyelam dan masuk ke dunia anak-anak muda dan menyentuh mereka agar tidak terjerumus ke dalam aliran pemikiran Islam radikal, juga mampu merangkul serta maksimalkan potensi anak muda NU”.

Saat ditanya tentang Peran NU dalam Pemilihan Kepala Daerah di Lampung yaitu Pemilihan Gubernur Lampung dan Bupati Lampung Utara serta Tanggamus, Koordinator yang merupakan alumni Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung itu berpesan bahwa NU harus terlibat dalam melakukan pendidikan politik ke masyarakat. Namun tidak ikut terjerumus ke dalam politisasi agama.

Sementara itu di tempat terpisah, Arif Suhaimi yang merupakan pemuda NU optimis bahwa kepengurusan NU Lampung kali ini lebih solid. “Saya yakin NU ke depan lebih solid dan saya juga yakin bahwa semua pengurus berkomitmen untuk membesarkan ormas terbesar di Indonesia ini, ormas yang didirikan oleh Kiyai-Kiyai sepuh”.

Kini, masyarakat Lampung dan warga Nahdliyin menunggu langkah transformatif dan inovatif pengurus NU yang baru. Tahun 2018-2023 bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus karena isu radikalisme, politisasi agama, sampai bonus demografi jelas di depan amata.

Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag yang telah menduduki Ketua Tanfidziah mengalahkan ketua NU masa Khidmat 2012-2017 Ki.RM. Sholeh Bajuri, S.H.I pada Konferensi Wilayah ke-10 NU Lampung jelas memiliki Pekerjaan Rumah yang berat (Asf).

TINGGALKAN BALASAN