Ambon – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Ambon, dibawah kepemimpinan Burhanudin Rumbouw (Ketua Umum HMI Kota Ambon) menggelar Aksi Unjuk Rasa di depan Kantor DPRD Kota Ambon pada kamis (2/02/2020) lalu.

“Walikota dan DPRD tidak peduli dengan nasib rakyat-rakyat kecil seperti pedagang dan supir angkot yang harus mencari penghasilan harian, Pemberlakuan PSBB tidak berpihak pada kepentingan rakyat kecil sama sekali”, Ujar Burhanudin dalam orasinya.

Selain itu, massa juga menuntut adanya transparansi pemerintah dan tim GTPP Covid-19 dalam hal penggunaan anggaran penanganan Covid-19 di Prov. Maluku. Diketahui bahwa anggaran penanganan Covid tersebut mencapai Rp. 40 M dan hingga saat ini sudah digunakan sekitar Rp. 20 M namun grafik kasus positif Covid-19 masih terus meningkat, khususnya di Kota Ambon, ujarnya.

Aksi serupa juga telah dilakukan sebelumnya pada Senin (29/01/2020) lalu di depan Kantor Walikota Ambon.

HMI beserta para pedagang dan supir angkot Pasar Mardika menggelar aksi di depan Kantor Walikota dan Halaman Kantor Gubernur Maluku untuk menuntut pembatalan PSBB yang membatasi operasional Pasar Mardika.

Aksi tersebut sempat diwarnai dengan kericuhan akibat adanya beberapa oknum massa yang diamankan karena dianggap menjadi provokator selama aksi tersebut. (Frp)

dok. pribadi

LEAVE A REPLY