Semarang, Semarak.News – Institut Hubungan Industrial Indonesia (IHII) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tajuk “Mencari Jawaban Tentang Omnibus Law” di hotel Aston Inn Semarang (27/2) dengan dihadiri Serikat Buruh di Jawa Tengah.

Serikat Buruh Jawa Tengah Menyatakan Sikap Menolak Omnibus Law dalam Diskusi bersama IHII (27/02/2020)

Forum tersebut awalnya berjalan dengan lancar namun ketika diarahkan pada pembahasan pasal-pasal dengan membentuk kelompok diskusi, buruh langsung bereaksi bahwa buruh di Jawa Tengah Menolak tegas Omnibus Law.

Penolakan tersebut dikarenakan Omnibus Law bertentangan dengan UUD 1945, Pancasila dan mendegradasi UU Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003. Pernyataan buruh Jawa Tengah disampaikan secara tertulis dan dibacakan para petinggi Serikat Pekerja / Serikat Buruh Jawa Tengah dengan diikuti peserta yang hadir.

“Omnibus Law melanggar UUD 1945 dan Pancasila serta mendegradasi UUK nomor 13 tahun 2003, makanya harus ditolak dan tidak ada kompromi. Apabila sampai disahkan sama halnya negara memperbudak rakyatnya sendiri” ujar Deny Andrianto ketua FSP Kahutindo Jawa Tengah.

Sementara Sutarjo, Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional Jawa Tengah yang juga hadir mengatakan, “RUU Omnibus Law ini cacat hukum. Semestinya DPR RI menolak draft tersebut dan mengembalikannya kepada pemerintah. Bukannya ikut-ikutan berbuat salah. Dampak Omnibus Law ini sangat besar bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan.” Tegasnya.

“Kami akan terus melakukan konsolidasi antar elemen masyarakat. Buruh, tani, nelayan, mahasiswa dan elemen lainnya harus bersatu padu untuk melakukan gerakan penolakan terhadap Omnibus Law agar buruh Indonesia saat ini bahkan sampai anak cucu terselamatkan dari penindasan dan perbudakan.” Imbuhnya. (LOY)

LEAVE A REPLY