Ternate, Semarak.news-Kesultanan Ternate titipkan Bendera Merah Putih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rencana ini tercetus saat dilaksanakannya doa alam Ma Kolano di Kedaton Kesultanan Ternate, Rabu malam (3/10/2018).

Rencananya bendera tersebut akan diberi cap Kesultanan Ternate. Lalu diberikan kepada Jokowi pada saat acara puncak Kirab Satu Negeri (KSN), 26 Oktober 2018 di Yogyakarta.

Bendera tersebut akan dilepas di landmark Kota Ternate pada 4 Oktober 2018 sekitar 08.00 WIT. Pelapasan ini tentunya menjadi akhir perjalanan KSN yang semula dijadwalkan berakhir pada 15 Oktober 2018.

“Insyaallah besok pagi pukul delapan. Tim pataka KSN akan ke kedaton untuk mengambil satu dari tujuh belas bendera dari Merauke untuk dibawa ke Semarang, Jawa Tengah. Tapi satu bendera diminta Kesultanan untuk diinapkan selama kirab berlangsung.” Ujar Ketua PW GP Ansor Maluku Utara, Salim Taib usai doa alam Makolano.

Suasana doa alam di Kedaton Kesultanan Ternate. [Foto: Muh. A. Idris]
Sementara itu, pihak Kesultanan sengaja meminta bendera merah putih untuk diinapkan di kedaton sebagai simbol keikhlasan. “Semoga ini menjadi awal yang baik, melalui GP Ansor kita bisa memperkuat kebhinekaan dengan terjalinnya silaturahim dan kerjasama dengan kesultanan. Insyaallah Indonesia akan lebih baik ” tambah Salim Taib.

Rangkaian KSN di Maluku Utara hari ke-3 dimulai dengan ziarah. Mulai dari Sultan Babullah yang letaknya diatas bukit terjal, sampai ke aulia tanpa nama yang juga diyakini sebagai tetua agama pendiri Kesultanan Ternate. Perjalanan ditempuh dengan mengelilingi pulau melalui jalur darat dengan harapan masyarakat juga merasa memiliki kegiatan ini.

Sore tadi, dialog kebangsaan dengan tema Tantangan Nasionalisme Bagi Generasi Millenial juga dilakakukan di  Djarod Cafe bersama aktivis kepemudaan dan mahasiswa Ternate. “Harapannya para aktivis dapat mengemas gagasan keorganisasian secara kreatif dengan disertakan wawasan Islam dan kebangsaan agar market kaderisasi anak zaman millenial tertarik.” Ujar Muhammad Idris, Wakil Sekretaris Jenderal PP GP Ansor.

Pada malam terakhir di Negeri Gam Makolano, rombongan GP Ansor bersama Kesultanan Ternate melakukan ritual Alam Makolano atau doa bersama. Doa ini menjadi penutup secara spiritual setelah seharian melakukan napak tilas para makam leluhur Maluku Utara.

Pihak kesultanan juga berharap acara ini sukses sampai puncaknya dan memberikan manfaat. “Ini kabar gembira yang mengembirakan semua pihak. Berkenannya pihak kesultanan untuk diberikannya bendera merah putih yang tersimpan di kedaton kepada Bapak Jokowi pada acara puncak kirab adalah simbol semakin kuatnya NKRI”. Pungkas Idris. (MDZ)

 

LEAVE A REPLY