Ambon, Semarak.News – Puluhan Mahasiswa Universitas Pattimura dan Solidaritas Individu Pro Demokrasi di Kota Ambon yang tergabung dalam Komite Perjuangan Untuk Demokrasi dan HAM menggelar aksi turun ke jalan sebagai respon atas Peringatan Kemerdekaan Bangsa Papua 1 Desember dan Solidaritas terhadap pembungkaman ruang demokrasi serta kriminalisasi terhadap aktivis Surya Anta (Jubir FRI-WP) yang ditahan karena dugaan pasal makar di PN Jaksel dalam Kasus Respon Atas Tindakan Rasisme terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya Agustus lalu.

Puluhan Mahasiswa tersebut menggelar aksi di Perempatan Gong Perdamaian Dunia, pada pukul 14.00 WIT dengan membawa spanduk, poster, dan selebaran sebagai bentuk respon solidaritas menuntut kebebasan ruang demokrasi dan menolak segala bentuk rasisme serta pelanggaran HAM yang terjadi di tanah Papua.

Dalam pertengahan aksi terjadi aksi saling dorong antara pihak aparat keamanan yang tidak terima terkait pernyataan orasi salah satu orator yang meminta untuk menarik TNI-Polri dari tanah Papua. Aksi saling dorong berakhir dengan perampasan alat megaphone milik peserta aksi sehingga aksi sempat terhenti dan terjadi perdebatan antara pihak aparat dengan peserta aksi.

Aksi dilanjutkan tanpa menggunakan megaphone dengan pembacaan tuntutan yang disampaikan oleh peserta aksi yang tergabung dalam solidaritas Komite Perjuangan Untuk Demokrasi dan HAM. Adapun tuntutan yang disampaikan antara lain :

  1. Berikan kebebasan dan penentuan nasib sendiri sebagai demokrasi demokratis bagi bangsa West Papua
  2. Bebaskan Surya dan Tahanan Politik Pro Papua
  3. Tuntaskan dan adili pelaku pelanggaran HAM di Tanah Papua
  4. Hentikan Ops Militer di Nduga
  5. Hentikan Kriminalisasi Aktivis Pro Demokrasi
  6. Tutup Freeport dan korporasi asing lainnya yang menyebabkan kejahatan manusia di Tanah Papua
  7. Bangun Konsolidasi Internasional bagi kemerdekaan Bangsa West Papua
  8. Hentikan Rasisme bagi Orang Asli Papua
  9. Dukung ULMWP sebagai anggota DK-PBB

Setelah penyampaian tuntutan, massa dipaksa bubar oleh Apkam dengan alasan tidak mengantongi surat izin dan mengganggu kenyamanan warga Maluku. Pukul 15.15 aksi selesai dan massa bergerak secara kolektif meninggalkan ruang/tempat aksi.

 

LEAVE A REPLY