Bapeten Rencanakan Pasang 126 Detektor Radiasi Nuklir

Bapeten Rencanakan Pasang 126 Detektor Radiasi Nuklir

0
13

Jakarta, Semarak.news – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) berencana akan memasang 126 detektor radiasi berupa Radiation Data Monitoring System (RDMS) di sekitar stasiun-stasiun BMKG di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan karena berawal dari kasus limbah radioaktif yang terjadi di perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
“Kami punya rencana untuk memasang 126 RDMS. Sudah terpasang 15 RDMS di tahun lalu, jadi nanti akan ada 20 sampai 22 dipasang (tahun ini),” kata Kepala Bapeten Jazi Eko Istiyanto di Kantor Kementerian Riset dan Teknologi, Jakarta, Selasa (18/2).
Bapeten juga berencana untuk terjun langsung ke lapangan untuk menjangkau daerah-daerah lain di Indonesia dengan cara adanya inspektur yang menggendong tas yang berisi detektor radiasi. Tujuannya adalah untuk memantau radiasi yang berbahaya di lingkungan sekitar.
“Sehingga tidak hanya daerah Serpong yang diawasi tetapi juga bisa tempat lain untuk menemukan apakah ada (radiasi nuklir) di tempat lain atau tidak,” kata dia.

Selain itu, Bapeten juga akan memasang Radiation Portal Monitor (RPM) keluar masuknya barang radiokatif ilegal ke wilayah Tanah Air. Alat ini merupakan portal monitor radiasi terhadap sumber radiasi gamma dan atau neutron secara otomatis pada saat pemeriksaan barang, orang, maupun kendaraan yang melewati daerah deteksi.
Untuk saat ini, Indonesia baru mempunyai 7 RPM yang dipasang di beberapa pelabuhan di Indonesia, seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Batu Ampar, Pelabuhan Bitung, dll. Sedangkan Indonesia memiliki 172 pelabuhan. Untuk itu, pemantauan radiasi di lingkungan perlu ditingkatkan guna menjaga keselamatan masyarakat sekitar dari efek radioaktif yang berbahaya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY