Sorong, Semarak.News – Sebagai organisasi pelajar nasional , kiprah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Putra-Putri Nahdatul Ulama (IPPNU)  sudah begitu dikenal. Termasuk kiprah dan peran IPNU – IPPNU di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Guna menjalankan roda organisasi, IPNU Kota Sorong merancang berbagai program.

Afiq selaku Ketua cabang IPNU Kota Sorong menjelaskan program kerja IPNU IPPNU Kota Sorong antara lain, pertama adalah yang harian yaitu ngaji kitab kuning di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kota Sorong, bagi anggota yang memiliki waktu luang. Kedua adalah mingguan, mujahadah di kantor PCNU kota Sorong, juga bagi anggota yang memiliki waktu luang. Program ketiga adalah tahunan, yaitu masa kesetiaan anggota (Makesta) tiga kali, Rapat kerja cabang (Rakercab) satu kali, dan Konferensi cabang (Konfercab) satu kali dalam dua tahun.

Program tersebut menurutnya dirancang untuk mewujudkan kepedulian bersama, mewujudkan semangat syi’ar agama Islam. Terlebih terhadap pribadi anggota IPNU IPPNU sendiri, agar semakin bertaqwa kepada Allah SWT.

“Orang yang boleh bergabung ke dalam IPNU IPPNU tentunya beragama Islam, kemudian memiliki gaya hidup ajaran ahlussunah wal jama’ah. Kami menerima dari berbagai kalangan asalkan mau belajar bersama, berjuang bersama, dan bertaqwa kepada Allah SWT. Sekretariat IPNU IPPNU sendiri terletak di Kilometer 12 masuk, belakang masjid Al-Hakim, gedung PCNU kota Sorong”, ucap Afiq saat ditemui Papua barat Pos, Rabu (26/8).

Adapun strategi IPNU IPPNU menjalankan roda organisasi ditengah pandemi dengan lebih berhati-hati dalam bergerak, mempertimbangkan berbagai hal dengan senior dan orang NU karena ia tahu bahwa kesalahan yang dilakukan akan ditanggung banyak orang dalam organisasi NU.

Dalam menjalankan program kerja Afiq menyatakan baru memulai setelah pemerintah menerapkan new normal, itupun melalui protokol kesehatan yg ketat. Termasuk menyurat ke satgas apabila kegiatan bersifat perkumpulan melebihi 100 orang.

Masih dalam suasana HUT RI ke 75 tahun, Afiq membeberkan menjadi suatu kebanggaan tersendiri, pasalnya masyarakat Indonesia telah mampu mempertahankan kesatuan dan kemerdekaan selama 75 tahun. “Kemerdekaan yang ke 75 ini telah memberikan semangat baru untuk kita semua agar mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa”, tutupnya.

Sumber: https://papuabaratpos.com/ipnu-ippnu-bergerak-hati-hati-disaat-wabah-corona/

LEAVE A REPLY