Majene, Semarak.News – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unsulbar kembali menggelar aksi demonstrasi pada Kamis siang (17/10). Kali ini massa menuntut Rektor Unsulbar, Dr. Ir. H. Akhsan Djalaluddin, M.S. agar bersedia mendengarkan aspirasi mereka.

Sebelumnya Akhsan tidak dapat menemui Mahasiswa pada demonstrasi Senin (14/10). Tuntutan dalam kedua demonstrasi tersebut tetap sama, perbaikan sistem akreditasi serta pembangunan Gedung Kampus Unsulbar yang dirasa lambat.

Jenderal Lapangan, Ma’ruf mengeluhkan ketidakhadiran Rektor yang belum juga menemui Mahasiswa. “Kali ini kami kembali ke sini untuk menuntut keseriusan Rektor setelah kemarin aksi kami belum mendapat respon” ujarnya.

Ma’ ruf juga berorasi mengeluhkan lambatnya pembangunan di Kampus Unsulbar. “Bayangkan, mahasiswa hingga kini terpaksa belajar di luar kampus, di SMA 3 dan Gedung Tasha Center,” tegas pemuda berambut gondrong ini.

Mahasiswa juga berharap agar proses akreditasi Kampus segera dipercepat. Pasalnya hingga kini di Unsulbar baru terdapat 1 prodi dengan Akreditasi B, selain itu seluruh prodi masih berakreditasi C. Bahkan prodi Ilmu Politik dan Teknik Informatika akreditasinya sudah kedaluwarsa.

Setelah sekitar satu jam massa berorasi, Rektor Unsulbar akhirnya tiba di lokasi dan menemui mahasiswa. Diskusi antara mahasiswa dengan Rektor akhirnya berlangsung di teras kantor Rektorat Unsulbar.

Diskusi Rektor dengan Mahasiswa Unsulbar
Diskusi Rektor dengan Mahasiswa Unsulbar

“Proses akreditasi jurusan Ilmu Politik telah diajukan ke BAN-PT, begitu juga dengan Teknik Sipil dan Informatika, tinggal menunggu verifikasinya,” ujar Akhsan.

Pria berambut putih tersebut juga menjelaskan bahwa selama 7 tahun terakhir dana yang diterima Unsulbar tidak mencukupi untuk pembangunan kampus secara masif. Dana tersebut hanya mampu untuk membiayai proses pendidikan di Unsulbar dan pembangunan dalam jumlah terbatas.

“Pada tahun 2020 diharapkan pembangunan Laboratorium Teknik di Unsulbar sudah selesai dan dapat segera dimanfaatkan,” ujarnya di hadapan mahasiswa. Akhsan juga menjelaskan bahwa penilaian akreditasi tidak hanya dinilai dari bentuk bangunan secara fisik. Lebih penting masih adanya proses belajar mengajar di Unsulbar, meskipun di lokasi lain.

Sementara itu, Mahasiswa Ilmu Politik Unsulbar, Ramli mengatakan bahwa hasil diskusi dengan Rektor Unsulbar masih kurang memuaskan. “Kami menganggap bahwa pihak rektor dan jajarannya ini belum memberikan kepastian kepada kami, bahwasanya untuk akreditasi ini masih belum dapat memberikan kepastian untuk satu bulan atau dua bulan ke depan,” keluh Ramli.

Ramli berharap agar Rektor Unsulbar segera memberikan kepastian dan Nota Kesepakatan untuk mengakomodir tuntutan mahasiswa. Dia juga tidak sepakat dengan Rektor Unsulbar yang menganggap fasilitas fisik kurang berpengaruh dalam akreditasi Unsulbar.(MAS)

LEAVE A REPLY