Sorong, Semarak.News – Dari sejumlah rangkaian pertemuan dengan masyarakat, wakil rakyat selalu disuguhi keluhan tentang mahalnya biaya pendidikan. Tidak hanya dijenjang pendidikan tingkat tinggi, banyak orang yang yang juga mengeluh tentang biaya pendidikan di tingkat usia dini.

Demikian diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPR PB), Surung H. Sibarani, SE kepada awak media, belum lama ini.

Memang,  Surung mengakui tentang mahalnya biaya pendidikan ini bukan hal yang baru, tapi masalah lama yang tak kunjung ada solusi. Untuk itu, anggota DPR PB yang terpilih dari Dapil Kota Sorong ini, mendorong agar pemerintah memberi perhatian khusus tentang hal ini.

“Saya pikir pemerintah bisa cari formula, jika tidak bisa semua gratis, bisa dilakukan klasifikasi dari sisi pendapatan orang tua, atau dari sisi jenjang pendidikan, atau variabel lain. Paling tidak, semua saudara-saudari kita Asli Papua harus dipikirkan pemerintah gratis biaya pendidikan, mulai dari tingkat usia dini hingga minimal sekolah menengah,” kata Surung.

Dorongan itu disampaikan Surung, dengan dasar berpikir bahwa kemampuan dan sumber anggarannya cukup tersedia.

“Kita punya dana otsus, ada dana bagi hasil migas yang sesuai aturan wajib dialokasikan untuk pendidikan kesehatan. Jadi saya pikir jika pemerintah mau, pasti bisa,” urai kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ini.

Asas manfaatnya, tambah Surung, dirasakan masyarakat secara langsung, kemudian juga memuluskan program nasional dan program daerah, yakni program peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Apalagi kualitas sumberdaya manusia di daerah kita ini masih tertinggal dibanding daerah lain. Jangan kemudian menyesal, saat menjabat tidak tulus melayani rakyat. Mari, buatlah sesuai yang bisa dikenang masyarakat sepanjang masa, selagi menjabat, kasihan masyarakat ekonomi lemah,” ajak Surung.

Sumber: https://papuabaratpos.com/anggota-dpr-pb-dorong-pemerintah-gratiskan-biaya-pendidikan/

LEAVE A REPLY