Majene, Semarak.News – Sudah dua kali dalam seminggu Mahasiswa Unsulbar gelar aksi menuntut proses akreditasi kampus yang dinilai lambat. Perjuangan itu tidaklah sia-sia, sebab kini Rektor Unsulbar, Dr. Ir. H. Akhsan Djalaluddin, M.S. telah menandatangani kesepakatan dengan Mahasiswa pada Jumat (18/10).

Berdasarkan hasil dialog antara Rektor dan Aliansi Peduli Unsulbar, sekarang kedua belah pihak telah menandatangani nota kesepakatan yang mengakomodir tuntutan mahasiswa. Dalam perjanjian tersebut telah disepakati bahwa tuntutan mahasiswa akan direalisasikan dalam satu bulan ke depan.

Adapun tujuh tuntutan yang disepakati antara mahasiswa dengan Rektor Unsulbar, yakni:

  1. Percepatan proses pengurusan akreditasi kampus dan akreditasi program studi dari C ke B.
  2. Percepatan proses pengurusan akreditasi program studi Ilmu Politik dan Teknik yang saat ini sudah kadaluarsa akreditasinya (tidak terakreditasi).
  3. Bentuk tim akreditasi di tiap Program Studi.
  4. Percepatan proses pembangunan gedung kampus.
  5. Tingkatkan SDM tenaga pengajar.
  6. Harus adanya transparansi anggaran ke fakultas.
  7. Tindak tegas dosen yang mengintimidasi mahasiswa.

Kesepakatan tersebut juga menjelaskan konsekuensi apabila tuntutan tidak dipenuhi. Berdasarkan kesepakatan, Aliansi Peduli Unsulbar akan memproses tuntutan melalui jalur hukum, menghentikan segala bentuk perkuliahan dan kembali aksi demonstrasi di depan Rektorat.

Nota Kesepakatan Rektor Unsulbar dengan Mahasiswa

Akhsan menjelaskan bahwa kesepakatan ini dibuat sebagai bentuk kepedulian Rektor kepada mahasiswanya. bahkan dia ingin segera mengabulkan seluruh tuntutan mahasiswa apabila punya kuasa penuh. “Artinya semuanya bisa berpotensi cepat ya. Cuma kalau kebijakannya, pelaksanaannya ada di saya, sekarangpun, tapi kan banyak yang di luar dari saya” ujar Akhsan pada Kamis (17/10).

Sementara itu, Jenderal Lapangan, Ma’ruf mengharapkan keseriusan Rektor agar segera mengabulkan kesepakatan tersebut. “Kami sangat berharap, dan itu akan dikawal terus. Apabila dalam sebulan tidak ada perubahan, maka kami akan menempuh jalur hukum dan kembali mengadakan aksi,” ujar Ma’ruf.

LEAVE A REPLY